BPS: Nilai impor Sumsel turun 14,44 persen
Selasa, 3 Februari 2015 15:59 WIB
Kepala BPS Sumsel Baehdi Ruswana (Antarasumsel.com/15/Evan Ervani)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan pada Desember 2014 mencatat nilai impor provinsi tersebut sebesar 93,07 juta dolar Amerika Serikat, atau turun 14,44 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Baehdi Ruswana di Palembang, Selasa menjelaskan bahwa nilai impor pada Desember 2014 sebesar 93,07 juta dolar itu mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya mencapai 108,78 juta dola AS.
Namun, kata Baehdi, jika dibandingkan dengan nilai impor periode bulan yang sama tahun 2013 mengalami kenaikan dari 40,19 juta dolar menjadi 93,07 juta dolar AS atau naik sekitar 131,58 persen.
Dijelaskan, nilai impor Sumsel Desember 2014 sebesar 93,07 juta dolar itu, terdiri atas migas sebesar 5,05 juta dolar dan nonmigas 88,02 juta dolar.
Menurut dia, nilai impor Sumsel pada Desember 2014 mengalami penurunan, akibat berkurangnya nilai impor migas sebesar 21,23 persen, dan impor nonmigas turun 14,02 persen dibanding bulan sebelumnya.
Selanjutnya, apabila dibandingkan impor Sumsel periode Januari-Desember 2013, nilai impor provinsi tersebut Januari-Desember 2014 mengalami peningkatan dari 565,99 juta dolar menjadi 750,18 juta dolar, atau naik 32,54 persen.
Peningkatan nilai impor tersebut terjadi, karena naiknya impor nonmigas sebesar 33,67 persen dan impor komoditi migas naik sebesar 16,14 persen, katanya.
Mengenai nilai impor nonmigas Sumsel selama Desember 2014, menurut Baehdi, mencapai sebesar 88,02 juta dolar, jumlah tersebut menurun sebesar 14,35 juta dolar, atau 14,02 persen.
Penurunan tersebut, karena merosotnya beberapa kelompok barang impor utama, antara lain mesin-mesin/pesawat mekanik turun 18,22 juta dolar, benda dari batu, gips dan semen turun 4,18 juta dolar dan kayu/produk kayu turun 1,50 juta dolar dari bulan November 2014.
Secara keseluruhan sepuluh golongan utama impor nonmigas Smsel mengalami penurunan sebesar 14,57 juta dolar dari bulan sebelumnya.
Ia menambahkan, dilihat dari peranan terhadap total impor nonmigas Sumsel selama Januari-Desember 2014, golongan mesin-mesin/pesawat mekanik memberikan andil terbesar yakni 51,80 persen, diikuti mesin/peralatan listrik sebesar 10,04 persen dan impor pupuk sebesar 9,37 persen.
Peranan impor sepuluh golongan barang utama mencapai 92,82 persen dari total impor nonmigas Sumsel.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Baehdi Ruswana di Palembang, Selasa menjelaskan bahwa nilai impor pada Desember 2014 sebesar 93,07 juta dolar itu mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya mencapai 108,78 juta dola AS.
Namun, kata Baehdi, jika dibandingkan dengan nilai impor periode bulan yang sama tahun 2013 mengalami kenaikan dari 40,19 juta dolar menjadi 93,07 juta dolar AS atau naik sekitar 131,58 persen.
Dijelaskan, nilai impor Sumsel Desember 2014 sebesar 93,07 juta dolar itu, terdiri atas migas sebesar 5,05 juta dolar dan nonmigas 88,02 juta dolar.
Menurut dia, nilai impor Sumsel pada Desember 2014 mengalami penurunan, akibat berkurangnya nilai impor migas sebesar 21,23 persen, dan impor nonmigas turun 14,02 persen dibanding bulan sebelumnya.
Selanjutnya, apabila dibandingkan impor Sumsel periode Januari-Desember 2013, nilai impor provinsi tersebut Januari-Desember 2014 mengalami peningkatan dari 565,99 juta dolar menjadi 750,18 juta dolar, atau naik 32,54 persen.
Peningkatan nilai impor tersebut terjadi, karena naiknya impor nonmigas sebesar 33,67 persen dan impor komoditi migas naik sebesar 16,14 persen, katanya.
Mengenai nilai impor nonmigas Sumsel selama Desember 2014, menurut Baehdi, mencapai sebesar 88,02 juta dolar, jumlah tersebut menurun sebesar 14,35 juta dolar, atau 14,02 persen.
Penurunan tersebut, karena merosotnya beberapa kelompok barang impor utama, antara lain mesin-mesin/pesawat mekanik turun 18,22 juta dolar, benda dari batu, gips dan semen turun 4,18 juta dolar dan kayu/produk kayu turun 1,50 juta dolar dari bulan November 2014.
Secara keseluruhan sepuluh golongan utama impor nonmigas Smsel mengalami penurunan sebesar 14,57 juta dolar dari bulan sebelumnya.
Ia menambahkan, dilihat dari peranan terhadap total impor nonmigas Sumsel selama Januari-Desember 2014, golongan mesin-mesin/pesawat mekanik memberikan andil terbesar yakni 51,80 persen, diikuti mesin/peralatan listrik sebesar 10,04 persen dan impor pupuk sebesar 9,37 persen.
Peranan impor sepuluh golongan barang utama mencapai 92,82 persen dari total impor nonmigas Sumsel.
Pewarta : Oleh Evan Ervani
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025