Penjualan elpiji 3 kg di Palembang meningkat
Rabu, 14 Januari 2015 10:52 WIB
Ilustrasi - Seorang warga tengah membeli gas elpiji isi 3 kg pada operasi pasar di salah satu kecamatan di Kota Palembang. (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Penjualan gas (LPG) tabung isi tiga kilogram di pangkalan resmi mitra Pertamina dan warung kawasan permukiman Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan sepekan terakhir mengalami peningkatan cukup tinggi.
Sejumlah penjual dan pengelola pangkalan gas di Palembang, Rabu, mengatakan, peningkatan penjualan itu terjadi sejak penetapan kenaikan harga jual LPG isi 12 kg sehingga konsumen penggunanya terutama dari kalangan menengah banyak beralih menggunakan gas isi tiga kilogram (3 kg) karena harganya lebih murah.
Akibat banyak konsumen beralih menggunakan elpiji isi 3 kg, penjualan bahan bakar yang diperuntukkan masyarakat menengah ke bawah ini meningkat, sehingga berapa pun persediaan yang ada langsung habis terjual.
Salah seorang pengelola pangkalan penjualan gas di kawasan permukiman penduduk Pipa Reja Palembang, Yanto mengatakan, penjualan elpiji 3 kg saat ini mengalami peningkatan.
Pasokan elpiji sebanyak 50 tabung dari agen Pertamina ke pangkalannya setiap pekan biasanya habis terjual paling cepat tiga hari, kini dalam waktu satu hari sudah habis terjual.
"Tetangga yang selama ini tidak pernah membeli elpiji isi 3 kg, kini banyak yang memesan dengan cara menitipkan beberapa tabung kosong untuk ditukar dengan tabung yang sudah diisi ulang," ujarnya pula.
Meskipun permintaan meningkat, harga jual tetap sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET) Rp13.800 per tabung.
"Sebagai pengelola pangkalan resmi mitra Pertamina, kami mematuhi aturan dan tidak berani memainkan harga jual elpiji 3 kg seperti yang dilakukan oleh pengelola warung dan pedagang elpiji keliling yang bisa memanfaatkan peluang saat ini dengan menjual hingga Rp18.000 per tabung," katanya.
Salah seorang warga pengguna elpiji 3 kg, Nelly mengharapkan pemerintah dan PT Pertamina melakukan pengawasan penjualan bahan bakar gas yang bersubsidi itu, sehingga tepat sasaran dan tidak dijual dengan harga tinggi.
Selain melakukan pengawasan yang ketat, sistem penjualan LPG juga harus diatur secara ketat agar bahan bakar gas untuk rumah tangga masyarakat kelas menengah ke bawah tidak digunakan masyarakat yang mampu seperti sekarang ini, ujarnya lagi.
Sejumlah penjual dan pengelola pangkalan gas di Palembang, Rabu, mengatakan, peningkatan penjualan itu terjadi sejak penetapan kenaikan harga jual LPG isi 12 kg sehingga konsumen penggunanya terutama dari kalangan menengah banyak beralih menggunakan gas isi tiga kilogram (3 kg) karena harganya lebih murah.
Akibat banyak konsumen beralih menggunakan elpiji isi 3 kg, penjualan bahan bakar yang diperuntukkan masyarakat menengah ke bawah ini meningkat, sehingga berapa pun persediaan yang ada langsung habis terjual.
Salah seorang pengelola pangkalan penjualan gas di kawasan permukiman penduduk Pipa Reja Palembang, Yanto mengatakan, penjualan elpiji 3 kg saat ini mengalami peningkatan.
Pasokan elpiji sebanyak 50 tabung dari agen Pertamina ke pangkalannya setiap pekan biasanya habis terjual paling cepat tiga hari, kini dalam waktu satu hari sudah habis terjual.
"Tetangga yang selama ini tidak pernah membeli elpiji isi 3 kg, kini banyak yang memesan dengan cara menitipkan beberapa tabung kosong untuk ditukar dengan tabung yang sudah diisi ulang," ujarnya pula.
Meskipun permintaan meningkat, harga jual tetap sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET) Rp13.800 per tabung.
"Sebagai pengelola pangkalan resmi mitra Pertamina, kami mematuhi aturan dan tidak berani memainkan harga jual elpiji 3 kg seperti yang dilakukan oleh pengelola warung dan pedagang elpiji keliling yang bisa memanfaatkan peluang saat ini dengan menjual hingga Rp18.000 per tabung," katanya.
Salah seorang warga pengguna elpiji 3 kg, Nelly mengharapkan pemerintah dan PT Pertamina melakukan pengawasan penjualan bahan bakar gas yang bersubsidi itu, sehingga tepat sasaran dan tidak dijual dengan harga tinggi.
Selain melakukan pengawasan yang ketat, sistem penjualan LPG juga harus diatur secara ketat agar bahan bakar gas untuk rumah tangga masyarakat kelas menengah ke bawah tidak digunakan masyarakat yang mampu seperti sekarang ini, ujarnya lagi.
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kementerian ESDM minta masyarakat tidak panik, pasokan energi mudik Lebaran 2026 terjamin
13 March 2026 8:34 WIB
Jelang Idul Fitri 2026, Pertamina Patra Niaga Sumbagsel perketat pantauan distribusi BBM dan LPG
06 March 2026 18:15 WIB
Pertamina apresiasi Polda Sumsel berhasil ungkap kasus pengoplosan LPG subsidi
22 January 2026 23:24 WIB
Pertamina EP Prabumulih Field catat lonjakan produksi LPG, perkuat ketahanan energi Sumatera
20 October 2025 13:55 WIB
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Perumda Tirta Musi Palembang luncurkan aplikasi layanan air berbasis digital
10 April 2026 17:13 WIB
Hujan deras rendam 40 titik di Palembang, BPBD evakuasi dua lansia sakit ke RSUD Bari
06 April 2026 14:42 WIB
Pemkot Palembang edukasi warga untuk pilah sampah, strategi kurangi beban TPA Keramasan
06 April 2026 14:40 WIB
Hujan lebat tiga jam, sejumlah permukiman dan jalan di Palembang tergenang air
05 April 2026 21:28 WIB