Permintaan tusuk sate di Palembang meningkat
Sabtu, 4 Oktober 2014 17:56 WIB
Palembang (ANTARA Sumsel) - Permintaan tusuk sate dan arang di Kota Palembang Pr ovinsi Sumatera Selatan meningkat menjelang Idul Adha 1435 Hijriyah/2014 Masehi, mengingat warga kota ini telah terbiasa membuat acara bakar sate daging hewan kurban.
Sejumlah pedagang tusuk sate dan arang di Palembang, Sabtu, mengatakan, menjelang Idul Adha tahun ini permintaan barang dagangannya itu selalu mengalami peningkatan.
Menurut Yangcik, seorang pedagang tusuk sate dan arang di kawasan pasar tradisional Cinde Palembang, permintaan barang dagangannya itu mengalami peningkatan karena biasanya warga melakukan pesta bakar sate daging sapi serta kambing hewan kurban.
Tusuk sate terbuat dari potongan bambu dijual dalam bentuk per ikat isi sekitar 50 buah, sedangkan arang yang terbuat dari kayu dan batok dijual per bungkus.
Tusuk sate dijual Rp12.500 per ikat, sedangkan arang dijual dengan harga Rp5.000 hingga Rp10.000 per bungkus, katanya lagi.
Dia menyatakan, pada perayaan hari besar umat Islam atau Hari Raya Haji itu, cukup banyak pembeli arang dan tusuk sate.
"Dalam sepekan terakhir, sudah terjual sekitar 400 bungkus arang dan sekitar 250 ikat tusuk sate dengan keuntungan yang lumayan besar, padahal pada hari biasanya sulit untuk menjual arang dan tusuk sate sebanyak itu," katanya pula.
Salah seorang warga Tangga Buntung Palembang, Dodi mengatakan, setiap Idul Adha, dalam tiga tahun terakhir dia bersama teman-temannya selalu membuat acara pesta sate daging hewan kurban.
Untuk menyiapkan pesta bakar sate hewan kurban, beberapa hari menjelang hari besar keagamaan umat islam itu, harus menyiapkan tusuk sate dan arang.
Dengan persiapan tersebut, daging hewan kurban yang diperoleh dari keluarga yang biasa berkurban bisa dinikmati bersama teman-teman dan tetangga yang tinggal di kawasan permukiman yang cukup banyak terdapat penduduk miskin itu, ujarnya pula.
Sejumlah pedagang tusuk sate dan arang di Palembang, Sabtu, mengatakan, menjelang Idul Adha tahun ini permintaan barang dagangannya itu selalu mengalami peningkatan.
Menurut Yangcik, seorang pedagang tusuk sate dan arang di kawasan pasar tradisional Cinde Palembang, permintaan barang dagangannya itu mengalami peningkatan karena biasanya warga melakukan pesta bakar sate daging sapi serta kambing hewan kurban.
Tusuk sate terbuat dari potongan bambu dijual dalam bentuk per ikat isi sekitar 50 buah, sedangkan arang yang terbuat dari kayu dan batok dijual per bungkus.
Tusuk sate dijual Rp12.500 per ikat, sedangkan arang dijual dengan harga Rp5.000 hingga Rp10.000 per bungkus, katanya lagi.
Dia menyatakan, pada perayaan hari besar umat Islam atau Hari Raya Haji itu, cukup banyak pembeli arang dan tusuk sate.
"Dalam sepekan terakhir, sudah terjual sekitar 400 bungkus arang dan sekitar 250 ikat tusuk sate dengan keuntungan yang lumayan besar, padahal pada hari biasanya sulit untuk menjual arang dan tusuk sate sebanyak itu," katanya pula.
Salah seorang warga Tangga Buntung Palembang, Dodi mengatakan, setiap Idul Adha, dalam tiga tahun terakhir dia bersama teman-temannya selalu membuat acara pesta sate daging hewan kurban.
Untuk menyiapkan pesta bakar sate hewan kurban, beberapa hari menjelang hari besar keagamaan umat islam itu, harus menyiapkan tusuk sate dan arang.
Dengan persiapan tersebut, daging hewan kurban yang diperoleh dari keluarga yang biasa berkurban bisa dinikmati bersama teman-teman dan tetangga yang tinggal di kawasan permukiman yang cukup banyak terdapat penduduk miskin itu, ujarnya pula.
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PTBA dan Paguyuban Krajan berdayakan 1.127 lansia produksi tusuk sate
21 November 2022 10:27 WIB, 2022
Ridwan Kamil ajak putra bungsunya Arkana saat hendak berkantor di Gedung Sate
06 June 2022 12:36 WIB, 2022
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB