Pesawat mirip mainan yang jatuh di Korsel berasal dari Korut
Rabu, 2 April 2014 18:04 WIB
Ilustrasi.(Reuters)
Seoul (ANTARA Sumsel) - Penyelidikan oleh militer Korea Selatan terhadap pesawat tak berawak yang jatuh di pulau perbatasan menyimpulkan bahwa benda itu diterbangkan dari Korea Utara tanpa awak untuk melakukan misi pengintaian, media Korea Selatan melaporkan pada Rabu.
Penemuan pesawat pengamat itu terjadi kurang dari satu jam setelah tembak-menembak gencar selama tiga jam terjadi antara Korea Selatan dan Utara dari kubu masing-masing di dekat wilayah sengketa batas laut, pada Senin.
Korea Utara menembakkan meriam lebih dari 100 kali ke perairan sebagai bagian dari pelatihan militer pada Senin dan membuat Korea Selatan melakukan tembakan balasan.
Pelatihan itu lebih merupakan gertakan oleh Pyongyang ketimbang mempertahankan diri.
Kantor Berita Korea Selatan, Yonhap, dengan mengutip sumber dari Kementerian Pertahanan Korsel yang tidak disebut namanya, melaporkan pada Rabu bahwa jalur penerbangan pesawat "drone" itu diperkirakan berasal dari utara.
Gambar puing-puing pesawat yang jatuh menunjukkan rongsokan kecil sebuah pesawat ringan berwarna biru terang, memakai tanda menyerupai "drone" Korea Utara yang diperagakan dalam parade di Pyongyang tahun lalu.
Pesawat tersebut adalah pesawat ringan yang dimodifikasi untuk jatuh pada sasaran yang telah ditentukan, namun mereka yakin bahwa pesawat itu tidak mampu melakukan pengintai untuk serangan jarak jauh.
Media Korea Utara mengatakan tahun lalu bahwa pemimpinnya, Kim Jong-Un mengawasi langsung pelatihan serangan drone "super tepat" dengan simulasi sasaran Korea Selatan.
Para ahli mengatakan bahwa pesawat yang jatuh itu sudah uzur, rancangannya jelek, meskipun Korea Utara memiliki salah satu militer terbesar di dunia, kebanyakan peralatannya berasal dari masa Uni Soviet.
"Ini mirip mainan. Namun digunakan untuk pengintaian. Tidak memakai teknologi tinggi seperti drone Global Hawk," ujar Kim Hyoung-Joong, guru besar pertahanan siber di Universitas Korea di Seoul.
"Jenis mirip mainan ini dapat mencari sasaran buta."
Penemuan pesawat pengamat itu terjadi kurang dari satu jam setelah tembak-menembak gencar selama tiga jam terjadi antara Korea Selatan dan Utara dari kubu masing-masing di dekat wilayah sengketa batas laut, pada Senin.
Korea Utara menembakkan meriam lebih dari 100 kali ke perairan sebagai bagian dari pelatihan militer pada Senin dan membuat Korea Selatan melakukan tembakan balasan.
Pelatihan itu lebih merupakan gertakan oleh Pyongyang ketimbang mempertahankan diri.
Kantor Berita Korea Selatan, Yonhap, dengan mengutip sumber dari Kementerian Pertahanan Korsel yang tidak disebut namanya, melaporkan pada Rabu bahwa jalur penerbangan pesawat "drone" itu diperkirakan berasal dari utara.
Gambar puing-puing pesawat yang jatuh menunjukkan rongsokan kecil sebuah pesawat ringan berwarna biru terang, memakai tanda menyerupai "drone" Korea Utara yang diperagakan dalam parade di Pyongyang tahun lalu.
Pesawat tersebut adalah pesawat ringan yang dimodifikasi untuk jatuh pada sasaran yang telah ditentukan, namun mereka yakin bahwa pesawat itu tidak mampu melakukan pengintai untuk serangan jarak jauh.
Media Korea Utara mengatakan tahun lalu bahwa pemimpinnya, Kim Jong-Un mengawasi langsung pelatihan serangan drone "super tepat" dengan simulasi sasaran Korea Selatan.
Para ahli mengatakan bahwa pesawat yang jatuh itu sudah uzur, rancangannya jelek, meskipun Korea Utara memiliki salah satu militer terbesar di dunia, kebanyakan peralatannya berasal dari masa Uni Soviet.
"Ini mirip mainan. Namun digunakan untuk pengintaian. Tidak memakai teknologi tinggi seperti drone Global Hawk," ujar Kim Hyoung-Joong, guru besar pertahanan siber di Universitas Korea di Seoul.
"Jenis mirip mainan ini dapat mencari sasaran buta."
Pewarta :
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi sisir tempat ditemukan serpihan mirip badan pesawat di Natuna
24 December 2022 19:25 WIB, 2022
Peneliti: Potensi siklon mirip Seroja bisa menyebabkan hujan persisten
21 December 2022 10:48 WIB, 2022
Roy Suryo sakit dan gunakan kursi roda usai diperiksa penyidik selama 12 jam
23 July 2022 7:09 WIB, 2022
Polisi tetapkan Roy Suryo tersangka kasus meme Candi Borobudur mirip wajah presiden
22 July 2022 16:57 WIB, 2022
Penasihat hukum: Roy Suryo bukan pengedit "meme" Stupa Brobudur mirip Jokowi
16 June 2022 19:59 WIB, 2022
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kejati Sumsel pulihkan keuangan negara senilai Rp1,2 triliun dari kasus perbankan
07 May 2026 23:03 WIB