KPU bersihkan data pemilih ganda
Kamis, 10 Oktober 2013 21:13 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) (Antarasumsel.com/Grafis)
Palembang (ANTARA Sumsel) - KPU Kota Palembang terus melakukan pembersihan data pemilih ganda yang akan digunakan pada pemilu legislatif 2014, kata anggota KPU kota setempat Yudha Mahrom.
"Sudah tiga hari ini kami melakukan penyisiran data pemilih ganda yang akan digunakan pada pemilu legislatif 2014," kata anggota KPU Palembang Yudha Mahrom, Kamis.
Menurut dia, pada hari ini terakhir panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) menyerahkan data untuk daftar pemilih tetap (DPT) perbaikan.
"Hari ini, PPK dan PPS harus sudah selesai dan menyerahkan datanya, karena rencananya pada Jumat (11/10) akan disampaikan ke KPU Sumatera Selatan," katanya.
Ia mengatakan, untuk melakukan perbaikan data pemilih ganda itu ada mereka datangi langsung ke yang bersangkutan.
Ia menuturkan, ada juga masalah ketika didatangi sekarang orangnya tidak ada karena ngontrak, tetapi saat pemilu ada, seperti waktu pemilihan gubernur lalu di daftar pemilih tetap tidak ada yang bersangkutan, namun saat pemilihan ada.
Ini yang perlu diperbaiki dalam penyisiran yakni data pemilih ganda dan tidak ada nomor induk kependudukan (NIK), tuturnya.
Ia menyatakan, dirinya melakukan perbaikan data pemilih ganda dan NIK-nya kosong itu di Kecamatan Sako, Sematang Borang, Ilir Timur II dan Kalidoni.
Di kecamatan itu banyak pemilih ganda dan NIK-nya kosong, setiap kelurahan hampir rata-rata di atas 50 orang pemilih.
Jadi, untuk itu pihaknya melakukan penyisiran dan bertemu langsung dengan yang bersangkutan, jika dia memiliki dua tempat maka harus memilih mau memberikan hak suaranya dimana, katanya.
"Sudah tiga hari ini kami melakukan penyisiran data pemilih ganda yang akan digunakan pada pemilu legislatif 2014," kata anggota KPU Palembang Yudha Mahrom, Kamis.
Menurut dia, pada hari ini terakhir panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) menyerahkan data untuk daftar pemilih tetap (DPT) perbaikan.
"Hari ini, PPK dan PPS harus sudah selesai dan menyerahkan datanya, karena rencananya pada Jumat (11/10) akan disampaikan ke KPU Sumatera Selatan," katanya.
Ia mengatakan, untuk melakukan perbaikan data pemilih ganda itu ada mereka datangi langsung ke yang bersangkutan.
Ia menuturkan, ada juga masalah ketika didatangi sekarang orangnya tidak ada karena ngontrak, tetapi saat pemilu ada, seperti waktu pemilihan gubernur lalu di daftar pemilih tetap tidak ada yang bersangkutan, namun saat pemilihan ada.
Ini yang perlu diperbaiki dalam penyisiran yakni data pemilih ganda dan tidak ada nomor induk kependudukan (NIK), tuturnya.
Ia menyatakan, dirinya melakukan perbaikan data pemilih ganda dan NIK-nya kosong itu di Kecamatan Sako, Sematang Borang, Ilir Timur II dan Kalidoni.
Di kecamatan itu banyak pemilih ganda dan NIK-nya kosong, setiap kelurahan hampir rata-rata di atas 50 orang pemilih.
Jadi, untuk itu pihaknya melakukan penyisiran dan bertemu langsung dengan yang bersangkutan, jika dia memiliki dua tempat maka harus memilih mau memberikan hak suaranya dimana, katanya.
Pewarta : Oleh: Susilawati
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
JPU tuntut Ketua KPU Prabumulih 10 tahun penjara terkait korupsi dana Pilkada
30 March 2026 15:34 WIB
DPR sebut data capres harus transparan saat respons keputusan baru KPU
15 September 2025 15:03 WIB, 2025
KPU usut aliran dana dugaan pemerasan urus sertifikat K3 ke menteri Yassierli hingga mantan menteri Ida Fauziyah
23 August 2025 7:21 WIB, 2025
KPU: Pasangan Joncik-Arifai raih suara terbanyak pada PSU Empat Lawang
25 April 2025 17:08 WIB, 2025
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Polisi selidiki kecelakaan mobil tabrak fasilitas umum di Jalan Gatot Subroto
27 September 2026 17:04 WIB
Pertamina Hulu Rokan sinergi dengan Kejaksaan Agung kawal produksi sumur minyak
25 September 2026 20:10 WIB