Jalinsum Panjang-Rajabasa makin macet
Sabtu, 20 Juli 2013 12:00 WIB
Ilustrasi (Foto Antarasumsel.com/Yudi Abdullah/12)
Bandarlampung (ANTARA Sumsel) - Arus lalu lintas makin macet di sejumlah titik Jalan Lintas Sumatera ruas Panjang-Rajabasa di Bandarlampung menjelang arus mudik Lebaran, terutama di perempatan, padahal Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III mengklaim perbaikan jalan negara ini telah mencapai 70 persen.
Pada sejumlah titik Jalinsum di Bandarlampung, Sabtu, kemacetan panjang terjadi di perempatan Sukarame karena perbaikan dan pelebaran badan jalan di persimpangan itu belum tuntas.
Sebagian badan jalan di perempatan itu sedang dibangun jalan beton, sehingga badan jalannya menjadi menyempit.
Kemacetan itu mengakibatkan arus kendaraan ke arah Pelabuhan Panjang dan Bakauheni menjadi tersendat, dengan panjang antrean kendaraan bisa mencapai beberapa ratus meter.
Selain itu, kemacetan panjang juga terjadi di persimpangan Pos PJR hingga Panjang karena perbaikan jalan yang juga belum tuntas.
Pada beberapa titik Jalinsum itu, seperti di persimpangan Pos PJR, persimpangan Kalibalok, persimpangan Sukarame, persimpangan Waykandis, persimpangan Untung Suropati masih ditemukan jalan rusak dan berlubang.
Beberapa warga pengguna Jalinsum itu mengharapkan perbaikan jalan di titik kemacetan dan titik rawan kecelakaan dapat dipercepat penyelesaiannya menjelang arus mudik Lebaran ini.
"Perbaikan perempatan jalan harus dipercepat, jalan berlubang segera ditambal dan jalan bergelombang diratakan. Kondisi jalan yang sebagian telah mulus bisa mendorong pengemudi memacu kendaraannya karena mengira jalan sudah mulus, padahal tidak semua ruas jalan sudah tuntas perbaikannya," kata Duan, salah satu warga Bandarlampung.
Ia mengharapkan keselamatan berkendara di Jalinsum segera diperhatikan dengan memasang rambu-rambu lalu lintas sementara di titik rawan macet dan kecelakaan lalu-lintas itu.
Sebelumnya, pejabat Pemegang Kontrak (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III Aulia Azis mengklaim perbaikan Jalinsum Soekarno-Hatta Bandarlampung sudah mencapai 70 persen.
"Namun, perbaikan jalan itu akan dihentikan sementara mulai H-10 atau sepuluh hari sebelum Lebaran," katanya.
Menurut Aulia, mulai H-10 sampai tujuh hari usai Lebaran (H+7) akan dihentikan pengerjaan proyek pelebaran dan perbaikan Jalinsum itu, meskipun belum tuntas.
"Kami akan menutup semua lubang-lubang jalan agar dapat digunakan secara maksimal oleh pemudik," katanya pula.
Proyek pengerjaan Jalinsum Soekarno-Hatta Bandarlampung dimulai pada awal Juli 2012, dan semula ditargetkan selesai pada Oktober 2013.
Kini target penyelesaiannya diundur hingga Desember 2013.
Pada sejumlah titik Jalinsum di Bandarlampung, Sabtu, kemacetan panjang terjadi di perempatan Sukarame karena perbaikan dan pelebaran badan jalan di persimpangan itu belum tuntas.
Sebagian badan jalan di perempatan itu sedang dibangun jalan beton, sehingga badan jalannya menjadi menyempit.
Kemacetan itu mengakibatkan arus kendaraan ke arah Pelabuhan Panjang dan Bakauheni menjadi tersendat, dengan panjang antrean kendaraan bisa mencapai beberapa ratus meter.
Selain itu, kemacetan panjang juga terjadi di persimpangan Pos PJR hingga Panjang karena perbaikan jalan yang juga belum tuntas.
Pada beberapa titik Jalinsum itu, seperti di persimpangan Pos PJR, persimpangan Kalibalok, persimpangan Sukarame, persimpangan Waykandis, persimpangan Untung Suropati masih ditemukan jalan rusak dan berlubang.
Beberapa warga pengguna Jalinsum itu mengharapkan perbaikan jalan di titik kemacetan dan titik rawan kecelakaan dapat dipercepat penyelesaiannya menjelang arus mudik Lebaran ini.
"Perbaikan perempatan jalan harus dipercepat, jalan berlubang segera ditambal dan jalan bergelombang diratakan. Kondisi jalan yang sebagian telah mulus bisa mendorong pengemudi memacu kendaraannya karena mengira jalan sudah mulus, padahal tidak semua ruas jalan sudah tuntas perbaikannya," kata Duan, salah satu warga Bandarlampung.
Ia mengharapkan keselamatan berkendara di Jalinsum segera diperhatikan dengan memasang rambu-rambu lalu lintas sementara di titik rawan macet dan kecelakaan lalu-lintas itu.
Sebelumnya, pejabat Pemegang Kontrak (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III Aulia Azis mengklaim perbaikan Jalinsum Soekarno-Hatta Bandarlampung sudah mencapai 70 persen.
"Namun, perbaikan jalan itu akan dihentikan sementara mulai H-10 atau sepuluh hari sebelum Lebaran," katanya.
Menurut Aulia, mulai H-10 sampai tujuh hari usai Lebaran (H+7) akan dihentikan pengerjaan proyek pelebaran dan perbaikan Jalinsum itu, meskipun belum tuntas.
"Kami akan menutup semua lubang-lubang jalan agar dapat digunakan secara maksimal oleh pemudik," katanya pula.
Proyek pengerjaan Jalinsum Soekarno-Hatta Bandarlampung dimulai pada awal Juli 2012, dan semula ditargetkan selesai pada Oktober 2013.
Kini target penyelesaiannya diundur hingga Desember 2013.
Pewarta : Oleh: Hisar Sitanggang
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kecelakaan beruntun di jalur Limbangan Garut, arus mudik Bandung-Tasikmalaya macet 3 km
16 March 2026 6:34 WIB
Info Mudik 2026: Ini daftar titik rawan macet di Jalintim dan Jalinteng Sumsel
13 March 2026 10:28 WIB
Polisi Banyuasin rekayasa lalu lintas respons jalan amblas di KM 13 Lintas Timur Sumatera
17 December 2025 21:07 WIB
Polisi buka Tol Musi Landas lancarkan jalan Lintas Timur Sumatera selama momen Natal dan Tahun Baru
13 December 2025 18:58 WIB
Ditlantas Polda Sumsel: Aturan baru penyaluran biosolar urai macet di Palembang
22 November 2025 9:37 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Prakiraan cuaca Jakarta pada Rabu 15 April 2026: Diguyur hujan ringan sore hari
15 April 2026 9:03 WIB
BMKG ingatkan potensi hujan di pegunungan Sumut, waspadai longsor di titik rawan
11 April 2026 19:54 WIB
Prakiraan cuaca Jakarta 7 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan hingga sedang mulai sore
07 April 2026 6:58 WIB
Ratusan rumah di Kota Bengkulu terendam banjir, ketinggian air capai satu meter
06 April 2026 15:05 WIB
Prakiraan cuaca Jakarta Minggu 5 April 2026: Waspada hujan sedang hingga petir di siang hari
05 April 2026 9:05 WIB