Hanura resmi usung Wiranto-Hary Tanoe untuk pemilu
Selasa, 2 Juli 2013 16:18 WIB
Capres Partai Hanura Wiranto (kiri) dan Cawapres Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo (kanan) bersalam komando saat Deklarasi Capres-Cawapres dari Partai Hanura di Jakarta, Selasa (2/7). (FOTO ANTARA//M Agung Rajasa)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) akhirnya resmi pasangan Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo sebagai calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2014, melalui deklarasi yang dilakukan di Jakarta, Selasa.
"Saya dan Hary Tanoe telah meneguhkan tekad untuk mengambil peran memimpin perubahan di Indonesia sebagai calon presiden dan wakil presiden RI pada Pemil 2014," kata Wiranto dalam deklarasinya di hadapan ratusan caleg Partai Hanura.
Mantan Panglima TNI periode 1998 - 1999 itu menjelaskan perbedaan latar belakang antara dia dan Hary Tanoe digunakan sebagai senjata untuk melakukan perubahan di Tanah Air.
"Dengan modal pengalaman saya memimpin organisasi militer ditambah pengalaman pasangan saya sebagai pengusaha sukses, kami yakin perpaduan itu saling mengisi dan melengkapi untuk mewujudkan perubahan menjadi kenyataan," jelasnya.
Sementara itu, Hary Tanoesodibjo yang baru saja ditunjuk sebagai Ketua Badan Pelaksana Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Hanura mengaku sepaham dengan visi dan misi Wiranto untuk mencalonkan diri menjadi penguasa Pemerintah Indonesia.
"Dengan latar belakang kami yang berbeda, Wiranto dari militer yang sangat berpengalaman tegas dan saya dengan kemampuan ekonomi dan bisnis, maka itu akan menjadi kekuatan maksimal untuk bangsa ini," ujar Hary Tanoe yang belum lama keluar dari Partai NasDem itu.
Hanura adalah parpol pertama yang berani mendeklarasikan pasangan capres dan cawapres, meskipun tahapan Pemilu 2014 masih di pencalonan anggota legislatif.
Pada Pemilu 2009, Partai Hanura hanya mendapat perolehan kursi di DPR RI sebanyak 18 kursi (3,21 persen) dari total perolehan suara sebesar 3.922.870 atau 3,8 persen.
Untuk Pemilu 2014, Partai Hanura percaya diri dapat meraih perolehan suara sebanyak-banyaknya, sehingga dapat meraih posisi tiga besar parpol pemenang pemilu.
"Dengan sekarang ini, yang sudah dikenal publik dan memiliki instrumen lengkap di daerah, kita ingin masuk sebagai tiga besar, nomor berapanya, itu urusan belakang," tukasnya.(rr)
"Saya dan Hary Tanoe telah meneguhkan tekad untuk mengambil peran memimpin perubahan di Indonesia sebagai calon presiden dan wakil presiden RI pada Pemil 2014," kata Wiranto dalam deklarasinya di hadapan ratusan caleg Partai Hanura.
Mantan Panglima TNI periode 1998 - 1999 itu menjelaskan perbedaan latar belakang antara dia dan Hary Tanoe digunakan sebagai senjata untuk melakukan perubahan di Tanah Air.
"Dengan modal pengalaman saya memimpin organisasi militer ditambah pengalaman pasangan saya sebagai pengusaha sukses, kami yakin perpaduan itu saling mengisi dan melengkapi untuk mewujudkan perubahan menjadi kenyataan," jelasnya.
Sementara itu, Hary Tanoesodibjo yang baru saja ditunjuk sebagai Ketua Badan Pelaksana Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Hanura mengaku sepaham dengan visi dan misi Wiranto untuk mencalonkan diri menjadi penguasa Pemerintah Indonesia.
"Dengan latar belakang kami yang berbeda, Wiranto dari militer yang sangat berpengalaman tegas dan saya dengan kemampuan ekonomi dan bisnis, maka itu akan menjadi kekuatan maksimal untuk bangsa ini," ujar Hary Tanoe yang belum lama keluar dari Partai NasDem itu.
Hanura adalah parpol pertama yang berani mendeklarasikan pasangan capres dan cawapres, meskipun tahapan Pemilu 2014 masih di pencalonan anggota legislatif.
Pada Pemilu 2009, Partai Hanura hanya mendapat perolehan kursi di DPR RI sebanyak 18 kursi (3,21 persen) dari total perolehan suara sebesar 3.922.870 atau 3,8 persen.
Untuk Pemilu 2014, Partai Hanura percaya diri dapat meraih perolehan suara sebanyak-banyaknya, sehingga dapat meraih posisi tiga besar parpol pemenang pemilu.
"Dengan sekarang ini, yang sudah dikenal publik dan memiliki instrumen lengkap di daerah, kita ingin masuk sebagai tiga besar, nomor berapanya, itu urusan belakang," tukasnya.(rr)
Pewarta :
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kejati Sumsel pulihkan keuangan negara senilai Rp1,2 triliun dari kasus perbankan
07 May 2026 23:03 WIB