Petani Bukitinggi budidayakan tanam padi sebatang
Sabtu, 9 Maret 2013 16:25 WIB
Budidaya tanam padi sebatang (FOTO ANTARA)
Bukittinggi (ANTARA Sumsel) - Petani Kota Bukittinggi, Sumatera Barat mulai membudidayakan pola tanam padi sebatang, karena terbukti dapat meningkatkan produksi padi, kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan setempat Melwizardi.
"Benih yang ditanam petani dalam sistem pola tanam padi sabatang merupakan varietas benih 'kuriak kusuik'," katanya di Bukittinggi, Sabtu.
Menurut dia, padi "kuriak kusuik" telah ditetapkan sebagai varietas unggul oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat (Sumbar).
"Petani di Kota Bukittinggi cenderung menanam padi varietas 'kuriak kusuik' karena rasa nasinya enak sehingga banyak yang suka," katanya.
Satu kelompok di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh yang menerapkan pola tanam padi sebatang, bisa panen 8,8 ton gabah per hektare. Ini jauh dari perkiraan sebelumnya. Dengan sistem tanam padi biasa hanya menghasilkan delapan ton gabah per hektare.
Sistem tanam padi sebatang apabila dikembangkan petani, kata dia, akan sangat menguntungkan, karena hasil panennya lebih maksimal.
"Pola tanam padi sebatang juga dapat meminimalisir biaya, mulai dari pembibitan, pupuk, pengairan hingga pengawasan, sehingga perlu dikembangkan di kalangan petani," katanya.
Dia menambahkan, pola tanam padi sebatang yang mulai membudaya di kalangan petani itu bisa dilihat ketika bercocok tanam, petani akan memakai sistem tersebut.
"Rata-rata petani yang tersebar di 24 kelurahan pada umumnya telah memakai sistem pola tanam padi sebatang saat bercocok tanam," katanya.
Sitem pola tanam padi sebatang, menurut dia, pihaknya telah menargetkan kenaikan produksi gabah kering panen (gkp) menjadi 4.323,2 ton setahun.
"Target tersebut optimistis tercapai, karena juga didukung dengan ketersediaan pupuk yang memadai serta pasokan air mengalir ke sawah yang lancar," katanya.
Bukittinggi memiliki tiga kecamatan yakni, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Guguk Panjang dan Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh dengan luas areal persawahan 386 hektare.
Sentra produksi padi terbesar terdapat di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Setiap tahunnya, pemerintah tidak kesulitan dalam memenuhi ketersediaan pupuk petani yang mencapai 100 ton.
"Benih yang ditanam petani dalam sistem pola tanam padi sabatang merupakan varietas benih 'kuriak kusuik'," katanya di Bukittinggi, Sabtu.
Menurut dia, padi "kuriak kusuik" telah ditetapkan sebagai varietas unggul oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat (Sumbar).
"Petani di Kota Bukittinggi cenderung menanam padi varietas 'kuriak kusuik' karena rasa nasinya enak sehingga banyak yang suka," katanya.
Satu kelompok di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh yang menerapkan pola tanam padi sebatang, bisa panen 8,8 ton gabah per hektare. Ini jauh dari perkiraan sebelumnya. Dengan sistem tanam padi biasa hanya menghasilkan delapan ton gabah per hektare.
Sistem tanam padi sebatang apabila dikembangkan petani, kata dia, akan sangat menguntungkan, karena hasil panennya lebih maksimal.
"Pola tanam padi sebatang juga dapat meminimalisir biaya, mulai dari pembibitan, pupuk, pengairan hingga pengawasan, sehingga perlu dikembangkan di kalangan petani," katanya.
Dia menambahkan, pola tanam padi sebatang yang mulai membudaya di kalangan petani itu bisa dilihat ketika bercocok tanam, petani akan memakai sistem tersebut.
"Rata-rata petani yang tersebar di 24 kelurahan pada umumnya telah memakai sistem pola tanam padi sebatang saat bercocok tanam," katanya.
Sitem pola tanam padi sebatang, menurut dia, pihaknya telah menargetkan kenaikan produksi gabah kering panen (gkp) menjadi 4.323,2 ton setahun.
"Target tersebut optimistis tercapai, karena juga didukung dengan ketersediaan pupuk yang memadai serta pasokan air mengalir ke sawah yang lancar," katanya.
Bukittinggi memiliki tiga kecamatan yakni, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Guguk Panjang dan Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh dengan luas areal persawahan 386 hektare.
Sentra produksi padi terbesar terdapat di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Setiap tahunnya, pemerintah tidak kesulitan dalam memenuhi ketersediaan pupuk petani yang mencapai 100 ton.
Pewarta : Oleh: Hamriadi
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Banyuasin optimalkan Lahan Cetak Sawah Rakyat guna perkuat ketahanan pangan
27 March 2026 14:24 WIB
Pemkot Palembang optimalisasi 3.000 hektare sawah tingkatkan ketahanan pangan
31 January 2026 9:23 WIB
OKI salurkan 142.700 kilogram benih padi dari Kementan untuk sawah terdampak banjir
15 January 2026 8:16 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Polisi selamatkan 13 wisatawan tenggelam akibat kapal karam di Labuan Bajo
27 September 2026 17:13 WIB
Puluhan rumah di Pademangan terbakar, 380 jiwa kehilangan tempat tinggal
27 September 2026 12:26 WIB
Tim SAR gabungan cari nelayan hilang di perairan Kuala Tungkal Tanjabbar
27 September 2026 12:24 WIB
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB