SP2J programkan perluasan jaringan gas kota
Jumat, 23 November 2012 16:50 WIB
Pemkot Palembang programkan perluasan jaringan gas kota (FOTO ANTARA)
Palembang (ANTARA Sumsel) - PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya memprogramkan tahun 2013 perluasan jaringan gas kota di daerah tersebut sebanyak 9.000 sambungan, namun masih terkendala masalah teknis..
"Kami menargetkan sebanyak 9.000 sambungan gas kota bisa segera terealisasi tetapi masih terkendala masalah teknis," kata Direktur Utama PT SP2J Bahder Johan di Palembang, Jumat.
Menurut dia, masalah teknis yang mereka hadapi saat ini adalah bagaimana memastikan sistem regulasi menurunkan tekanan gas menjadi 0,16 pound square inchi terpasang secara luas karena kendala perluasan jaringan gas terkait dengan mudahnya terbakar bahan bakar tersebut.
Ia mengatakan, program gas kota tersebut diawali dengan dijadikannya Palembang sebagai percontohan nasional.
Tahap awal telah terpasang 3.311 sambungan dengan pembiayaan dari Kementerian ESDM RI di Kelurahan Siring Agung dan Lorok Pakjo.
Dia menjelaskan setelah dikelola oleh SP2J sebanyak 289 sambungan baru dipasang warga pada dua kelurahan tersebut.
Target perluasan jaringan gas perkotaan tersebut diharapkan bisa segera terealisasi sehingga tahap awal sebanyak 9.000 sambungan bisa terealisasi tahun depan.
Bahder menambahkan, program jaringan gas kota dengan menggunakan gas alam ini terbukti sangat efektif dalam menghemat pengeluaran biaya bahan bakar bagi rumah tangga.
Dengan berlangganan gas kota tersebut pengguna hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp30.000 per bulan jauh dibandingkan dengan elpiji yang satu tabungnya mencapai Rp80 .000 isi 12 kilogram.(ANT-KR-NE)
"Kami menargetkan sebanyak 9.000 sambungan gas kota bisa segera terealisasi tetapi masih terkendala masalah teknis," kata Direktur Utama PT SP2J Bahder Johan di Palembang, Jumat.
Menurut dia, masalah teknis yang mereka hadapi saat ini adalah bagaimana memastikan sistem regulasi menurunkan tekanan gas menjadi 0,16 pound square inchi terpasang secara luas karena kendala perluasan jaringan gas terkait dengan mudahnya terbakar bahan bakar tersebut.
Ia mengatakan, program gas kota tersebut diawali dengan dijadikannya Palembang sebagai percontohan nasional.
Tahap awal telah terpasang 3.311 sambungan dengan pembiayaan dari Kementerian ESDM RI di Kelurahan Siring Agung dan Lorok Pakjo.
Dia menjelaskan setelah dikelola oleh SP2J sebanyak 289 sambungan baru dipasang warga pada dua kelurahan tersebut.
Target perluasan jaringan gas perkotaan tersebut diharapkan bisa segera terealisasi sehingga tahap awal sebanyak 9.000 sambungan bisa terealisasi tahun depan.
Bahder menambahkan, program jaringan gas kota dengan menggunakan gas alam ini terbukti sangat efektif dalam menghemat pengeluaran biaya bahan bakar bagi rumah tangga.
Dengan berlangganan gas kota tersebut pengguna hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp30.000 per bulan jauh dibandingkan dengan elpiji yang satu tabungnya mencapai Rp80 .000 isi 12 kilogram.(ANT-KR-NE)
Pewarta :
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Palembang perjuangkan pengembangan jaringan gas kota ke Kementerian ESDM
01 September 2022 18:56 WIB, 2022
Pertamina gelar program "Bright Gas Peduli Sampah" di Kerinci dan Kota Sungai Penuh
26 August 2022 17:57 WIB, 2022
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Cegah dampak kabut asap, Lapas Perempuan Palembang bagikan 100 paket roti dan masker
13 September 2026 16:37 WIB
Disdik Sumsel evaluasi pembelajaran jarak jauh tingkat SMA terkait kabut asap
12 September 2026 19:16 WIB