Sumsel perlu ekspansi pasarkan batu bara
Sabtu, 20 Oktober 2012 15:57 WIB
potensi batu bara Sumsel yang dilirik investor luar negeri (FOTO ANTARA)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Provinsi Sumatera Selatan perlu melakukan ekspansi pemasaran batu bara ke kawasan Afrika dan Timur Tengah menyusul penurunan volume ekspor ke China dan negara Eropa sejak awal 2012.
"Sumsel berupaya mencari kawasan lain mengingat pasar tradisional batu bara (China, India, dan Eropa) sedang dihantam krisis ekonomi, jika tidak dilakukan ekspansi maka volume ekspor akan terus menurun karena diprediksi bakal lama," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan Ahmad Mirza, di Palembang, Sabtu.
Upaya itu dilakukan Sumsel dengan menggandeng Direktorat Jenderal Perdagangan Internasional dalam program pariwisata, perdagangan, dan investasi.
Sejumlah negara di kawasan Afrika dan Timur Tengah itu telah disambangi untuk menjajaki kemungkinan mengekspor batu bara pada 2013.
Sumsel sendiri siap menyalurkan bahan tambang itu dengan menggunakan jalur perdagangan internasional yang dimulai dari mulut tambang menuju pintu pelabuhan Tarahan, Lampung.
"Diharapkan upaya ini dapat menolong para pengusaha tambang batu bara swasta yang gigit jari setelah harga anjlok di pasaran internasional," katanya.
Sementara, dunia usaha melirik batu bara sebagai bahan utama membangkitkan tenaga listrik menyusul harga minyak yang melambung.
Sumsel sendiri memiliki sekitar 22,24 miliar ton batu bara atau 48 persen dari total yang terkandung di Indonesia yang tersebar di delapan kabupaten/kota yakni Musi Banyuasin, Banyuasin, Lahat, Musi Rawas, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ilir, Muaraenim, dan Prabumulih.(Doly)
"Sumsel berupaya mencari kawasan lain mengingat pasar tradisional batu bara (China, India, dan Eropa) sedang dihantam krisis ekonomi, jika tidak dilakukan ekspansi maka volume ekspor akan terus menurun karena diprediksi bakal lama," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan Ahmad Mirza, di Palembang, Sabtu.
Upaya itu dilakukan Sumsel dengan menggandeng Direktorat Jenderal Perdagangan Internasional dalam program pariwisata, perdagangan, dan investasi.
Sejumlah negara di kawasan Afrika dan Timur Tengah itu telah disambangi untuk menjajaki kemungkinan mengekspor batu bara pada 2013.
Sumsel sendiri siap menyalurkan bahan tambang itu dengan menggunakan jalur perdagangan internasional yang dimulai dari mulut tambang menuju pintu pelabuhan Tarahan, Lampung.
"Diharapkan upaya ini dapat menolong para pengusaha tambang batu bara swasta yang gigit jari setelah harga anjlok di pasaran internasional," katanya.
Sementara, dunia usaha melirik batu bara sebagai bahan utama membangkitkan tenaga listrik menyusul harga minyak yang melambung.
Sumsel sendiri memiliki sekitar 22,24 miliar ton batu bara atau 48 persen dari total yang terkandung di Indonesia yang tersebar di delapan kabupaten/kota yakni Musi Banyuasin, Banyuasin, Lahat, Musi Rawas, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ilir, Muaraenim, dan Prabumulih.(Doly)
Pewarta :
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Sumsel amankan 80 ton Batubara ilegal di Jalintim OKU, dua Supir truk ditangkap
07 March 2026 16:16 WIB
Polda Sumsel gagalkan pengiriman 40 ton batu bara ilegal dari Muara Enim ke Jakarta
23 September 2025 19:11 WIB
Polda Sumsel amankan truk pengangkut batu bara ilegal di jalan lintas sumatera
22 August 2025 20:38 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025