Anggota DPR RI tanggapi klaim tari Tor-Tor
Senin, 18 Juni 2012 19:04 WIB
Anggota DPR RI Martin Hutabarat. ((FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma))
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Anggota DPR RI dari daerah pemilihan II Sumatera Utara, Martin Hutabarat mengatakan, Malaysia ibarat "adik kecil tapi tak tahu diuntung".
Martin mengemukakan hal itu menanggapi klaim Malaysia terhadap tari Tor-Tor dan alat musik Gondang Sembilan sebagai milik mereka. "
Malaysia itu ibarat adik kecil yang tak tahu diuntung. Semua diklaim sebagai milik mereka," kata Martin kepada ANTARA News, Jakarta, Senin.
Menurut dia, Malaysia adalah negara yang sedang mencari jadi diri sebagai sebuah bangsa. Beda dengan Indonesia yang sudah memiliki jati diri sebagai bangsa besar dimana ditandai dengan adanya kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit, Sriwijaya, Mataram, Singosari. Kerajaan besar itu sudah menguasai wilayah hingga Malaka.
"Sebenarnya kita pantas geram kepada Malaysia. Tak salah kalau kita protes. Tapi kita perlu kasihani Malaysia karena Malaysia sedang mencari jati diri sebagai sebuah bangsa," kata dia.
"Jadi tak perlu emosi menanggapi klaim Malaysia itu. Lebih baik kita tertawa saja," kata Martin. (ANT-Zul)
Martin mengemukakan hal itu menanggapi klaim Malaysia terhadap tari Tor-Tor dan alat musik Gondang Sembilan sebagai milik mereka. "
Malaysia itu ibarat adik kecil yang tak tahu diuntung. Semua diklaim sebagai milik mereka," kata Martin kepada ANTARA News, Jakarta, Senin.
Menurut dia, Malaysia adalah negara yang sedang mencari jadi diri sebagai sebuah bangsa. Beda dengan Indonesia yang sudah memiliki jati diri sebagai bangsa besar dimana ditandai dengan adanya kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit, Sriwijaya, Mataram, Singosari. Kerajaan besar itu sudah menguasai wilayah hingga Malaka.
"Sebenarnya kita pantas geram kepada Malaysia. Tak salah kalau kita protes. Tapi kita perlu kasihani Malaysia karena Malaysia sedang mencari jati diri sebagai sebuah bangsa," kata dia.
"Jadi tak perlu emosi menanggapi klaim Malaysia itu. Lebih baik kita tertawa saja," kata Martin. (ANT-Zul)
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perjanjian New START Berakhir, Indonesia desak AS-Rusia cegah perlombaan senjata nuklir
08 February 2026 9:36 WIB
Kunjungi Musi Banyuasin, Kartika Sandra Desi tegaskan pentingnya Empat Pilar Kebangsaan
03 February 2026 19:47 WIB
Tanamkan nilai kebangsaan sejak dini, Yuk Cici ajak pelajar Bayung Lencir jadi generasi penjaga Indonesia
03 February 2026 19:28 WIB
Kartika Sandra Desi sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Bayung Lencir Muba
03 February 2026 19:12 WIB
Anggota MPR RI 'Yuk Cici' gelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SDN 2 Bayung Lencir
03 February 2026 19:01 WIB