Ragit Makanan Khas Ramadan Banyak Dicari
Selasa, 2 Agustus 2011 9:50 WIB
Ragit, panganan yang dicari oleh warga Palembang di masa bulan Ramadhan. (Istimewa)
Palembang (ANTARA News) - Ragit, salah satu makanan khas melayu yang hanya dijual pedagang di Kota Palembang, Sumatera Selatan, saat Ramadhan merupakan salah satu makanan khas yang banyak dicari warga setempat.
Lia (34), salah satu warga di Palembang, Selasa, mengatakan setiap Ramadhan selalu berburu ragit untuk menjadi makanan berbuka bagi keluarganya.
Ragit tersebut adalah sejenis roti dari tepung terigu yang dimakan dengan menggunakan kuah kari, kata dia.
Menurut dia, ragit menjadi menu utama saat berbuka puasa, karena rasanya yang gurih sehingga membuat mereka yang menyantap dan merasakan kelezatannya menjadi selalu merindukan masakan itu.
Namun, kalau bukan bulan pada bulan Ramadhan biasanya akan kesulitan mendapatkan ragit, sehingga saat bulan puasa ini dia menyediakan waktu khusus untuk berburu makanan tersebut, ujar dia lagi.
Ia menyatakan, ragit tersebut kalau di daerah lain, seperti Medan, Sumatera Utara, dinamai roti jala.
Rasanya mirip, tetapi dia merasa lebih cocok dengan ragit Palembang.
Riswanti (43), salah seorang penjual ragit di pasar beduk samping Monpera Palembang menjelaskan, makanan tersebut terbuat dari campuran tepung terigu dan telur yang dimasak tipis dan acak-acak.
Kuahnya persis dengan kari khas melayu lainnya, tetapi biasanya tidak terlalu kental, ujar dia.
Dia menambahkan, satu porsi ragit biasa dijual Rp6.000, dan pada hari pertama Ramadhan ini bisa laku sampai 200 porsi.
Ragit hanya dijual saat Ramadhan karena peminatnya banyak, tetapi pada hari biasa hanya menerima pesanan untuk keperluan pesta atau resepsi pernikahan, kata Riswanti pula.
(ANT-037)(B014)
Lia (34), salah satu warga di Palembang, Selasa, mengatakan setiap Ramadhan selalu berburu ragit untuk menjadi makanan berbuka bagi keluarganya.
Ragit tersebut adalah sejenis roti dari tepung terigu yang dimakan dengan menggunakan kuah kari, kata dia.
Menurut dia, ragit menjadi menu utama saat berbuka puasa, karena rasanya yang gurih sehingga membuat mereka yang menyantap dan merasakan kelezatannya menjadi selalu merindukan masakan itu.
Namun, kalau bukan bulan pada bulan Ramadhan biasanya akan kesulitan mendapatkan ragit, sehingga saat bulan puasa ini dia menyediakan waktu khusus untuk berburu makanan tersebut, ujar dia lagi.
Ia menyatakan, ragit tersebut kalau di daerah lain, seperti Medan, Sumatera Utara, dinamai roti jala.
Rasanya mirip, tetapi dia merasa lebih cocok dengan ragit Palembang.
Riswanti (43), salah seorang penjual ragit di pasar beduk samping Monpera Palembang menjelaskan, makanan tersebut terbuat dari campuran tepung terigu dan telur yang dimasak tipis dan acak-acak.
Kuahnya persis dengan kari khas melayu lainnya, tetapi biasanya tidak terlalu kental, ujar dia.
Dia menambahkan, satu porsi ragit biasa dijual Rp6.000, dan pada hari pertama Ramadhan ini bisa laku sampai 200 porsi.
Ragit hanya dijual saat Ramadhan karena peminatnya banyak, tetapi pada hari biasa hanya menerima pesanan untuk keperluan pesta atau resepsi pernikahan, kata Riswanti pula.
(ANT-037)(B014)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab OKU Timur salurkan bantuan nutrisi untuk pasien TBC di empat Puskesmas
21 April 2026 13:50 WIB
Badan Gizi Nasional ajak masyarakat gunakan Call Center 127 untuk kawal program Makan Bergizi Gratis
11 March 2026 21:27 WIB
Cegah keracunan, 22 dapur Makan Bergizi Gratis di OKU resmi kantongi sertifikat laik higiene
03 March 2026 19:13 WIB
Bupati Askolani instruksikan razia makanan berbahaya di seluruh pasar Banyuasin
22 February 2026 16:23 WIB
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Pemkot Palembang perbaiki 60 ribu lampu penerangan jalan umum di 18 kecamatan
08 June 2026 21:37 WIB
SAR Palembang gelar pelatihan, perkuat kemampuan personel satuan kedaruratan bawah air
08 June 2026 21:36 WIB
Pusri gelar aksi bersih lingkungan di Kampung Sehati Palembang, kumpulkan 2 ton sampah
06 June 2026 23:15 WIB