Belajar konservasi fosil purbakala di Situs Sangiran
- 30 April 2026 14:17 WIB
Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang Mulyono Prawiro melakukan pengantongan terakhir produksi pupuk tahun 2018 dan pengantongan perdana produksi pupuk tahun 2019 di pabrik pengantongan PT Pusri di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/12/2018). Pada tahun 2018 produksi pabrik eksiting PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yaitu 2.175.200 ton urea, 1.531.570 ton amoniak dan 104.290 ton NPK. ANTARA FOTO/Nova WahyudiDirektur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang Mulyono Prawiro melakukan pengantongan terakhir produksi pupuk tahun 2018 dan pengantongan perdana produksi pupuk tahun 2019 di pabrik pengantongan PT Pusri di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/12/2018). Pada tahun 2018 produksi pabrik eksiting PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yaitu 2.175.200 ton urea, 1.531.570 ton amoniak dan 104.290 ton NPK. (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/dol)
Pekerja menyusun tumpukan pupuk seusai pengantongan terakhir produksi pupuk tahun 2018 dan pengantongan perdana produksi pupuk tahun 2019 di pabrik pengantongan PT Pusri di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/12/2018). Pada tahun 2018 produksi pabrik eksiting PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yaitu 2.175.200 ton urea, 1.531.570 ton amoniak dan 104.290 ton NPK. ANTARA FOTO/Nova WahyudiPekerja menyusun tumpukan pupuk seusai pengantongan terakhir produksi pupuk tahun 2018 dan pengantongan perdana produksi pupuk tahun 2019 di pabrik pengantongan PT Pusri di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/12/2018). Pada tahun 2018 produksi pabrik eksiting PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yaitu 2.175.200 ton urea, 1.531.570 ton amoniak dan 104.290 ton NPK. (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/dol)