Logo Header Antaranews Sumsel

Italia kecam serangan Israel ke penjaga perdamaian di Lebanon

Kamis, 14 Mei 2026 16:35 WIB
Image Print
Arsip foto - Pemandangan dari area setelah Israel melakukan ledakan besar-besaran, di Kegubernuran Nabatieh, Lebanon selatan pada 16 Februari 2025. Pasukan dari Pasukan Penjaga Perdamaian Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) berpatroli di area tersebut. Dalam pelanggaran lain terhadap perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 27 November, tentara Israel melakukan ledakan besar-besaran antara kota Qafr Hamam dan Hibbariya di distrik Hasbaya, provinsi Nabatieh di Lebanon selatan. ANTARA/Ramiz Dallah/Anadolu/pri.

Moskow (ANTARA) - Presiden Italia Sergio Mattarella menyebut serangan Israel terhadap komando Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.

Menurut laporan stasiun televisi Italia Sky TG24 pada Kamis (14/5), Mattarella menyatakan hal itu dalam percakapan telepon dengan Presiden Israel Isaac Herzog.

Pada Rabu, UNIFIL menyatakan keprihatinan atas aktivitas drone di dekat posisi misi penjaga perdamaian di Lebanon selatan setelah serangkaian ledakan terjadi di dekat markas besarnya di kota Naqoura dekat perbatasan.

Mattarella mengatakan serangan terhadap pasukan PBB di Lebanon merupakan tindakan yang "tidak dapat diterima."

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebebasan navigasi di perairan internasional serta menghindari konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Menurut laporan Sky TG24, kantor kepresidenan Italia menyebut percakapan itu berlangsung secara terbuka.

Pada 2 April, Kementerian Pertahanan Italia mengatakan pangkalan kontingen Italia dalam misi UNIFIL diserang oleh pihak tidak dikenal.

Pada 8 April, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengatakan tembakan peringatan Pasukan Pertahanan Israel merusak kendaraan milik pasukan penjaga perdamaian Italia di Lebanon.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Italia kecam serangan Israel ke penjaga perdamaian di Lebanon



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026