
Warga OKU diminta waspada luapan sungai Ogan

Baturaja (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel) meminta warga daerah itu waspada terhadap luapan sungai Ogan yang berpotensi menimbulkan dampak bencana banjir dan tanah longsor.
Kepala BPBD OKU Januar Efendi di Baturaja, Senin, mengatakan bahwa curah hujan tinggi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir dikhawatirkan menimbulkan dampak banjir dan tanah longsor, sehingga harus diwaspadai bersama.
Seperti banjir yang terjadi pada Rabu (15/4) merendam ribuan rumah penduduk di 15 desa di Kabupaten OKU harus dijadikan pelajaran untuk mewaspadai bencana alam agar tidak ada korban jiwa.
"Berdasarkan data, sebanyak 1.277 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian air 30 centimeter hingga 1 meter. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa," katanya.
Untuk itu, kata dia, masyarakat diingatkan kembali agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir susulan yang dapat terjadi kapan saja, terutama masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.
Ia mengatakan saat ini pihaknya meningkatkan kapasitas personel penanggulangan bencana alam di setiap kecamatan untuk menghadapi potensi banjir susulan agar dapat ditanggulangi sedini mungkin.
Petugas di lapangan mengintensifkan pemantauan debit sungai Ogan melalui alat Automatic Water Level Recorder (AWLR) agar jika terjadi peningkatan segera diteruskan kepada masyarakat untuk diwaspadai bersama.
Selain itu, seluruh pemangku kepentingan terkait juga diminta untuk melaksanakan langkah-langkah mitigasi bencana yang tepat, baik mitigasi struktural maupun nonstruktural.
"Untuk peralatan penanggulangan bencana alam seperti perahu karet semuanya sudah disiapkan di posko guna mengevakuasi korban jika diperlukan," ujarnya.
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
