
Pengamat nilai Indonesia terancam "hilang" di tengah konflik Iran-AS

Jakarta (ANTARA) - Peneliti dari Pusat Studi Politik dan Sosial Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka) Emaridial Ulza menilai posisi Indonesia dalam perhatian dunia terancam hilang di tengah konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Dalam keterangan di Jakarta, Senin, Emaridial memaparkan dalam laporan strategis Global Trust Intelligence (GTI), Indonesia saat ini menghadapi kondisi yang disebut sebagai strategic invisibility trap.
"Kondisi ini bukan berarti Indonesia dipersepsikan buruk oleh dunia internasional, melainkan justru tidak hadir dalam persepsi global sama sekali. Dalam dunia yang dipenuhi arus informasi cepat, negara yang tidak muncul dalam narasi global akan cenderung tidak diperhitungkan, baik dalam konteks investasi, diplomasi, maupun pengambilan keputusan strategis," kata Emaridial.
Emaridial menjelaskan dalam perspektif international marketing dan neurosains keputusan kolektif, pelaku pasar global dan publik internasional tidak semata-mata merespons data, tetapi lebih dipengaruhi oleh narasi yang sering muncul dan tertanam dalam ingatan.
Dalam konteks ini, lanjut dia, negara yang tidak aktif membangun narasinya sendiri berisiko kehilangan perhatian, meskipun memiliki kekuatan ekonomi yang besar.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
