
Siswa Indonesia raih penghargaan AYIMUN 2026 soroti soal perlindungan anak

Dalam kompetisi tersebut, kategori United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) Junior Council mengangkat topik Ensuring the Protection of Children in the Entertainment and Digital Media Industries.
Terhadap topik tersebut, Firmanzah menyoroti tentang meningkatnya paparan anak terhadap konten berbahaya, eksploitasi daring serta lemahnya sistem verifikasi usia di berbagai platform digital.
Ia juga menekankan pentingnya peran negara, perusahaan teknologi, keluarga, dan lembaga internasional dalam menciptakan ruang digital yang aman dan ramah anak.
Melalui partisipasinya dalam AYIMUN, Firmanzah mengharapkan dapat memperluas wawasan mengenai diplomasi multilateral sekaligus meningkatkan kapasitas generasi muda Indonesia dalam merespons isu-isu global, khususnya terkait perlindungan anak di ruang digital.
"Keikutsertaan dalam AYIMUN ini bagi saya juga turut mengasah kemampuan analisis, diplomasi, negosiasi, kepemimpinan serta perumusan kebijakan internasional dalam suasana yang edukatif, namun tetap kompetitif," tuturnya.
AYIMUN merupakan Konferensi Simulasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tingkat internasional bagi pelajar dan mahasiswa dalam rentang usia 11-25 tahun, yang bertujuan untuk mempertemukan dan menyatukan pemuda dunia serta untuk mengembangkan keterampilan diplomasi, negosiasi, dan kepemimpinan global.
Dalam AYIMUN ke-20 yang diikuti sekitar 1.200 pelajar dari lebih 30 negara dengan tema yang diangkat, yaitu Diplomacyin Distress: Steering the World Through Crisis and Change.
Firmanzah berkompetisi dalam kategori United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) Junior Council dengan peran sebagai delegasi Luksemburg.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Siswa RI raih penghargaan AYIMUN 2026 soroti soal perlindungan anak
Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
