
Gubernur Sumsel tekankan pentingnya literasi keuangan penerima KUR

Palembang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menekankan pentingnya literasi keuangan dan peningkatan keterampilan wirausaha bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdaftar sebagai penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Rabu, mengatakan pemberian modal saja tidak cukup untuk membangun kemandirian usaha. Diperlukan kemampuan manajerial dan kreativitas dalam mengelola serta memasarkan produk.
“Modal memang penting, tetapi lebih penting lagi adalah kemampuan mengelola usaha dan memahami pasar. Tanpa itu, usaha tidak akan bertahan lama," katanya.
Menurut dia, KUR bukanlah hibah melainkan fasilitas pembiayaan yang wajib dikembalikan, sehingga para penerima perlu memiliki tanggung jawab moral dan finansial.
Oleh sebab itu, pihak perbankan sebagai penyalur KUR untuk tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga memberikan edukasi kepada debitur terkait hak, kewajiban dan risiko pinjaman.“Bank bisa memberikan pelatihan sederhana tentang pengelolaan keuangan dan pemasaran agar UMKM naik kelas,” kata Deru.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumsel Amiruddin menambahkan, hingga saat ini penyaluran KUR di Sumsel tahun ini telah mencapai lebih dari Rp7,6 triliun kepada lebih dari 58 ribu debitur, dengan BRI sebagai penyalur terbesar mencapai Rp2 triliun lebih.
"Keberhasilan program KUR ini turut membantu memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan industri kreatif," kata dia.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
