
Sumsel antisipasi gagal panen di lahan lebak saat curah hujan tinggi

engimbau dan mengajak pemerintah dari 17 kabupaten/kota setempat untuk mewaspadai terkait adanya curah hujan yang masih tinggi.
“Seperti dengan menyiapkan langkah pompanisasi, termasuk di lokasi yang sudah masuk kemarau guna memenuhi kebutuhan air," katanya pula.
Ia menjelaskan untuk wilayah Sumsel, belum ada laporan dari petani yang mengalami gagal panen karena curah hujan tinggi.
“Alhamdulillah, walaupun hari hujan cukup banyak namun tidak menyebabkan genangan,” katanya lagi.
Dengan begitu proses panen untuk supron II dapat segera dilakukan dan percepatan pertanaman bisa dilaksanakan pada bulan September 2025.
Upaya akselerasi pertanaman pada September itu, agar hasil produksi tercatat untuk kontribusi pada tahun 2025. Sebab, jika pertanaman dilakukan setelah bulan September kontribusi hasil panen akan masuk ke tahun 2026.
“Masih ada waktu sekitar 50 hari ke depan, bagaimana mengamankan percepatan panen, bagaimana mengamankan pertanaman yang sudah siap panen, menyiapkan pompa untuk olah tanah di musim tanam yang ketiga lahan irigasi teknis dan lahan lebak di musim tanam kedua,” kata Bambang pula.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
