Logo Header Antaranews Sumsel

Kemenag Sumsel sosialisasi Kurikulum Cinta wujudkan generasi humanis dan toleran

Jumat, 22 Agustus 2025 06:01 WIB
Image Print
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Selatan mensosialisasikan kurikulum cinta di Palembang, Kamis (21/8/2025). ANTARA/HO-Kemenag Sumsel.

Palembang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Selatan (Sumsel) mensosialisasikan Kurikulum Cinta untuk mewujudkan generasi yang humanis dan toleran.

Kepala Kanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan di Palembang, Kamis, mengatakan komitmen Kemenag Sumsel untuk mengaplikasikan kurikulum berbasis cinta pada lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag Sumsel.

“Kurikulum berbasis cinta adalah pendekatan pendidikan yang menekankan pentingnya cinta, empati, dan kasih sayang dalam proses belajar dan mengajar," katanya.

Ia menambahkan pendekatan ini berfokus pada pengembangan hubungan yang positif antara guru dan siswa, serta antara siswa dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Agama RI Bunyamin menjelaskan kurikulum berbasis cinta merupakan murni gagasan Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

Menurutnya, toleransi, moderasi atau hubungan relasi manusia dengan seluruh alam haruslah berbasis cinta. Dengan mengembangkan dan membentuk generasi yang memiliki cinta, relasi antar sesama manusia serta antara manusia dan lingkungan akan semakin baik.

“Dengan pendidikan berbasis cinta, insya Allah lahir generasi-generasi muda yang humanis, inklusif, moderat, dan toleran. Masa depan bangsa Indonesia puluhan hingga ratusan tahun ke depan sangat tergantung pada pendidikan yang didapat generasi muda saat ini. Insya Allah dengan kurikulum berbasis cinta ini, wajah bangsa Indonesia di masa mendatang semakin cerah,” katanya.

Dia menjelaskan ada lima nilai utama yang menjadi basis dalam kurikulum cinta, yaitu cinta kepada Tuhan yang Maha Esa, cinta kepada diri dan sesama, cinta kepada ilmu pengetahuan, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negara.

"Saya minta para guru mengajar dengan penuh hub atau kasih sayang. Tanamkan kepada siswa agar saling menghargai, menghormati, dan menyebar kasih sayang. Saya kira kasih sayang ini adalah ajaran semua agama,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, dia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kemenag Sumsel untuk bersama-sama berjuang merawat kebhinekaan, menjaga Indonesia yang digambarkan sebagai lukisan Tuhan.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026