Logo Header Antaranews Sumsel

KAI sampaikan permohonan maaf soal penumpang tidak bisa turun di Stasiun Prabumulih

Kamis, 21 Agustus 2025 14:40 WIB
Image Print
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre III Palembang meminta maaf soal 90 penumpang KA Sindang Marga relasi Lubuk Linggau - Kertapati yang tidak bisa turun ke Stasiun Prabumulih, Sumatera Selatan. ANTARA/HO-Ist

Palembang (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre III Palembang meminta maaf soal 90 penumpang KA Sindang Marga relasi Lubuk Linggau - Kertapati yang tidak bisa turun ke Stasiun Prabumulih, Sumatera Selatan.

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti di Palembang, Kamis, mengatakan pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan perjalanan penumpang KA Sindang Marga relasi Lubuk Linggau - Kertapati yang berangkat hari Rabu (20/7), khususnya penumpang yang turun di Stasiun Prabumulih.

Ia menjelaskan KA Sindang Marga relasi Lubuklinggau -Kertapati berangkat dari stasiun Lubuk Linggau, hari Rabu (20/8) pukul 19.45 dengan manifes penumpang 419 orang dengan stasiun pemberhentian penumpang adalah Stasiun Tebing Tinggi, Lahat, Muara Enim, Prabumulih dan Kertapati.

Pada saat pemberhentian di Stasiun Prabumulih sebagian penumpang yang turun sudah keluar dari kereta namun karena ada kesalahan komunikasi sehingga ada penumpang yang seharusnya turun di stasiun Prabumulih masih belum keluar dari kereta api Sindang Marga sampai kereta kembali melanjutkan perjalanan.

Sesuai operasional prosedur yang telah ditetapkan dan untuk keselamatan penumpang, para penumpang sebanyak 90 orang tersebut dilanjutkan perjalanan sampai ke stasiun terdekat di stasiun Lembak.

"Atas nama PT KAI, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini, kepada para penumpang tersebut diberikan kompensasi penggantian tiket 100 persen," jelasnya.

KAI berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna jasa kereta serta terus berupaya melakukan evaluasi dan mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, kata Aida.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026