Dokter Darmawan menjelaskan paparan asap rokok pada anak dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan, sehingga menghambat kemampuan tubuh menyerap nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.
Stres kronik pada anak yang dapat memengaruhi produksi hormon pertumbuhan dan menghambat pertumbuhan fisik juga bisa muncul akibat paparan asap rokok. Selain itu, juga bisa memicu infeksi saluran pernapasan berulang pada anak.
"Anak yang terpajan asap rokok lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan, yang dapat melemahkan kondisi tubuh dan menghambat pertumbuhan," kata dia.
Lebih lanjut, Darmawan menambahkan pentingnya menjaga lingkungan tanpa asap rokok untuk ibu hamil dan anak-anak guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
Menurut dia, dukungan orang sekitar sangat diperlukan salah satunya dengan membantu meningkatkan kesadaran akan bahaya rokok dan pentingnya menciptakan lingkungan yang bebas asap rokok bagi ibu hamil dan anak-anak.
"Orang sekitar dapat membantu meningkatkan kesadaran akan bahaya rokok dan pentingnya menciptakan lingkungan yang bebas asap rokok bagi ibu hamil dan anak-anak," ujar dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pajanan asap rokok pada ibu hamil dan anak memicu risiko stunting
