Seorang sumber mengatakan bahwa Departemen Pertahanan AS sudah melihat tanda-tanda positif bahwa Jepang dan Australia mulai meningkatkan belanja militernya, tapi mereka juga menekankan bahwa penting untuk melihat hasil yang nyata
Taiwan merupakan wilayah kepulauan yang dianggap Beijing sebagai bagian integral dari Chna dan mengakui prinsip satu-China adalah syarat bagi negara-negara lain untuk membangun atau mempertahankan hubungan diplomatik dengan pulau itu.
Situasi di sekitar Taiwan memanas pada Agustus 2022, ketika Ketua Dewan Perwakilan AS Nancy Pelosi mengunjungi pulau itu.
Beijing mengutuk kunjungan Pelosi, mengatakan itu melambangkan dukungan AS untuk separatisme Taiwan, dan melakukan latihan militer berskala besar di sekitar pulau itu.
Hubungan resmi antara China daratan dan provinsinya di pulau Taiwan terputus pada 1949, ketika pasukan Kuomintang yang dipimpin Chiang Kai-shek kalah dalam perang saudara melawan Partai Komunis China dan melarikan diri ke Taiwan.
Mereka mulai kembali menjalin hubungan bisnis dan kontak tidak resmi pada akhir 1980-an dan sejak awal 1990-an, kedua pihak menjaga komunikasi melalui organisasi non-pemerintah.
Sumber: Sputnik
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS minta dukungan Jepang, Australia jika berkonflik dengan China
