Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis gizi klinik lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Mulianah Daya, M.Gizi, Sp.GK menyampaikan menjalani diet yang salah kaprah atau ekstra dan tidak sehat bisa menimbulkan sindrom Yo-yo.
Menurut dia, sindrom Yo-yo merujuk pada fluktuasi berat badan yang naik dan turun dalam waktu singkat.
"Yo-yo itu artinya dalam waktu 1 tahun itu akan ada kaitan berat badan, berat naik 5 kilo turun naik 5 kilo dalam waktu kurang dari 3 bulan dan itu terjadi 2-3 kali. Itu kategorinya namanya Yo-yo," kata dr. Mulianah Daya, M.Gizi, Sp.GK dalam diskusi "Diet Itu Mesti Nyaman", di Jakarta, Kamis.
Dalam hal ini Dokter Mulianah mencontohkan jika seseorang dengan berat badan 60 kilogram (kg) dengan lemak sekitar 20, kemudian dia naik berat badannya menjadi 80 kg dan lemaknya bertambah (misal dari 20 ke 40).
Dokter: Waspadai "sindrom Yo-yo" akibat jalani diet tidak sehat

Dokter spesialis gizi dr. Mulianah Daya, M.Gizi, Sp.GK saat menjelaskan sindrom Yo-yo dalam diskusi "Diet Itu Mesti Nyaman", di Jakarta, pada Kamis (27/2/2025). (ANTARA/Sri Dewi Larasati)