PT LIB jelaskan alasan final Liga 2 dipindah ke Stadion Manahan

id PT LIB,Ferry Paulus,Final Liga 2,PSIM Yogyakarta,Bhayangkara FC

PT LIB jelaskan alasan final Liga 2 dipindah ke Stadion Manahan

Direktur PT LIB, Ferry Paulus. (ANTARA/FAJAR SATRIYO)

"Alternatif lainnya adalah di Sultan Agung. Sultan Agung sebagian tempatnya ada larangan suporter. Jadi, rekonsiliasi dengan PSIM, sebagai klub yang berhak menjadi tuan rumah, yang paling tepat di Solo, semuanya tersedia di Solo. Infrastrukturnya juga harus memadai karena VAR," tambah dia.

Sementara itu, dikutip dari laman resmi PSIM, manajemen mengambil keputusan ini karena jadwal pertandingan final Liga 2 bertepatan dengan jadwal acara lain yang telah lama direncanakan di Stadion Mandala Krida.

“Kami menyadari potensi kekecewaan yang mungkin timbul akibat perubahan lokasi final Pegadaian Liga 2 2024/25 ini, terutama bagi para pendukung setia PSIM yang telah menantikan laga di kandang sendiri,” demikian keterangan tertulis dari manajemen PSIM yang dirilis Sabtu.

Terkait VAR, tak hanya laga final Liga 2 yang memakainya. Pertandingan perebutan tempat ketiga yang menjadi tiket terakhir ke Liga 1 antara Persijap Jepara melawan PSPS Pekanbaru pada Selasa (25/2) di Stadion Gelora Bumi Kartini juga akan menggunakan VAR.

"Ya, kami akan menggunakan VAR (di perebutan tempat ketiga)," ucap Ferry.

Berbeda dengan Stadion Manahan, Stadion Gelora Bumi Kartini akan pertama kali menggunakan VAR. Kendati demikian, Ferry mengatakan dirinya optimistis dengan waktu yang sempit, VAR di Stadion Gelora Bumi Kartini akan terpasang dengan baik.

"Sebelum VAR diterapkan, di Solo kita tidak perlu kalibrasi. Tapi di Jepara, kita perlu kalibrasi. Kita punya cukup waktu, meskipun tanggal 25," tutup dia.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PT LIB jelaskan alasan final Liga 2 dipindah ke Stadion Manahan