
Bioethanol juga harus dikembangkan dari sumber non tebu
Senin, 14 Oktober 2024 14:37 WIB

”Kalau hanya mengandalkan tebu, akan ada kompetisi dengan industri lain. Karena semua tetes produksi swasta dan juga PTPN III, selama ini sudah digunakan untuk bahan baku industri pangan," katanya.
Begitu pula dengan target produksi ethanol 1,24 juta kiloliter pada 2030 seperti diamanahkan Perpres Nomor 40 Tahun 2023 pun, menurut Khudori sebenarnya diperkirakan masih menjadi ranah persaingan antara BBN dan industri lain.
"Oleh karena itu pemanfaatan berbagai bahan baku, diharapkan bisa menjadi solusi dari kompetisi tersebut dan memperlancar program bioethanol sebagai BBN," ujarnya.
Selain mengatasi kompetisi dengan industri lain, lanjutnya, penggunaan berbagai bahan baku perlu dilakukan karena pengembangan bioethanol memang tidak sederhana.
”Untuk tebu misalnya, proses dari membuka lahan hingga ditanami tebu dan menghasilkan gula juga relatif tidak sebentar. Bisa lima atau bahkan delapan tahun. Apalagi dengan perluasan 700.000 hektar, pabrik gula yang dibutuhkan juga banyak sekali," ujar Khudori.
Kondisi demikian, tambahnya, membuat Indonesia belum pernah mencapai swasembada gula, padahal ketersediaan tetes atau molase sebagai bahan baku bioetanol, sangat tergantung dengan keberhasilan swasembada gula tersebut.
”Apalagi, jika harus mengejar target 1,2 juta kiloliter etanol di 2030,” katanya
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pakar: Bioethanol juga harus dikembangkan dari sumber non tebu
Pewarta: Subagyo
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
