
AS pantau perkembangan kecelakaan helikopter presiden Iran
Senin, 20 Mei 2024 09:57 WIB

Dia juga menyatakan "keinginan negaranya untuk keselamatan Yang Mulia Presiden, Menteri Luar Negeri dan orang-orang yang mendampingi mereka," dan mengumumkan "kesiapan penuh Qatar untuk memberikan segala bentuk dukungan dalam proses pencarian."
Kementerian Luar Negeri Kuwait mengatakan negaranya memantau dengan cermat laporan kekhawatiran mengenai insiden helikopter Iran, dan menyatakan "doa terbaik untuk keselamatan Presiden Iran dan delegasi yang menyertainya." Mereka juga menegaskan dukungannya terhadap Iran dalam “keadaan sulit” ini.
Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Sekretariat Jenderal OKI mengikuti dengan cermat berita mengenai helikopter presiden Iran.
Sekretaris Jenderal OKI Hissein Brahim Taha mengatakan OKI “berdiri di sisi Republik Islam Iran dalam situasi sulit ini, berdoa kepada Allah SWT untuk menyertakan Presiden Republik Islam Iran dan delegasi yang menyertainya di bawah perawatan dan perlindungan-Nya.”
Negara-negara seperti Pakistan, India dan Sri Lanka juga mengeluarkan pernyataan mendukung Iran setelah kecelakaan helikopter hari Minggu (19/5).
Kecelakaan helikopter di Iran
Helikopter yang membawa Raisi dikabarkan melakukan pendaratan darurat akibat cuaca buruk saat kembali dari upacara peresmian bendungan di perbatasan Azerbaijan.
Bulan Sabit Merah Iran sebelumnya mengumumkan bahwa kecelakaan itu terjadi antara Kaleybar dan Varzaqan. Menteri Dalam Negeri Iran Ahmad Vahidi menekankan bahwa tim penyelamat belum mencapai lokasi tersebut.
Wakil Gubernur Azerbaijan Timur Jabbarali Zakiri mengatakan, dua dari tiga helikopter konvoi Raisi telah mendarat dan satu lagi jatuh.
Helikopter tersebut dikabarkan membawa Raisi dan beberapa pejabat, termasuk Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS pantau perkembangan kecelakaan helikopter pres denIran
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
