Rupiah melemah karena data tenaga kerja AS lebih tinggi dari dugaan

id The Fed,Rupiah,Dolar,Hamas,NFP AS,Israel,Palestina

Rupiah melemah karena data tenaga kerja AS lebih tinggi dari dugaan

Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (4/10/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Jakarta (ANTARA) - Pengamat pasar uang Ariston Tjendra menyatakan rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) karena data tenaga kerja AS non farm payrolls (NFP) pada September 2023 lebih tinggi dibandingkan perkiraan.

"Data tenaga kerja AS NFP yang menunjukkan jumlah orang yang dipekerjakan di luar sektor pertanian dan pemerintahan untuk bulan September, naik jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan, 336 ribu versus 171 ribu," ujar dia ketika dihubungi di Jakarta, Senin.

Hasil ini dinilai mengindikasikan kondisi ketenagakerjaan AS masih solid dan mendukung kebijakan suku bunga tinggi AS untuk mengendalikan atau menurunkan inflasi AS ke target 2 persen.Kepala Ekonom JPMorgan Chase AS Michael Feroli pada Jumat (6/10/2023) mengatakan laporan pekerjaan yang lebih tinggi dari perkiraan tidak akan mengubah keputusan Federal Reserve untuk menghentikan kenaikan suku bunga pada November 2023.

Namun, data peningkatan inflasi yang mengejutkan dapat menjadi faktor yang mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga.