
Bulog: Stok beras Sumsel dan Babel capai 24.000 ton

Palembang, Sumsel (ANTARA) - Perum Bulog mencatat stok beras di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung mencapai 24.000 ton atau cukup memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat bulan ke depan atau hingga awal 2024.
"Kondisi stok beras cukup banyak, masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan beras," kata Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah Sumsel Babel Mohamad Alexander di Palembang, Sumsel, Jumat.
Menurut dia, pihaknya terus berupaya menyiapkan stok beras dalam jumlah banyak dengan melakukan pembelian hasil panen petani di sejumlah daerah dalam wilayah kerja meliputi Sumsel dan Babel itu.
"Stok beras yang ada di gudang-gudang Bulog dalam wilayah kerja Sumsel dan Bangka Belitung diupayakan terus ditambah," ujar dia.
Ia menjelaskan ketersediaan stok beras dalam jumlah yang banyak perlu diupayakan secara maksimal untuk menjamin kelancaran pasokan ke pasar dan menjaga stabilitas harga sehingga tetap terjangkau masyarakat.
Selain beras, pihaknya juga berupaya menyiapkan stok bahan pangan lainnya seperti daging sapi/kerbau beku, tepung terigu, minyak goreng, dan gula pasir.
Melalui berbagai upaya tersebut diharapkan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat sepanjang tahun 2023 ini dapat terpenuhi dengan baik dan dapat dicegah terjadinya kenaikan harga tidak wajar.
Sementara, untuk melakukan kegiatan stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) sepanjang 2023, pihaknya secara bertahap menyalurkan 28.600 ton beras di wilayah Sumsel dan Bangka Belitung, kata Alex.
Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
