Logo Header Antaranews Sumsel

China dan Filipina saling gertak di LCS

Jumat, 29 September 2023 15:14 WIB
Image Print
Anggota Penjaga Pantai Filipina berpartisipasi dalam latihan untuk meningkatkan kolaborasi pencarian dan penyelamatan, dan penegakan selama latihan penjaga pantai trilateral pertama antara Filipina, Jepang, dan A.S., di pantai Bataan, Filipina di Laut Cina Selatan (6/6/2023). ANTARA/REUTERS/Eloisa Lopez/aa.

Jakarta (ANTARA) - Situasi memanas lagi setelah kapal penjaga pantai China (CCG) memasang penghalang apung (buoy) di sekitar Karang Scarborough, Laut China Selatan (LCS), yang sudah ditetapkan Mahkamah Internasional sebagai wilayah Filipina.

Penasihat Keamanan Filipina Eduardo Ano yang seperti dikutip Philstar (25/9) lalu mengecam ulah China yang dianggap keterlaluan dan ilegal serta melaporkan kasus itu kepada Presiden Ferdinand Marcos Jr untuk mengambil langkah selanjutnya.

Buoy sepanjang 300 meter itu, menurut penjaga pantai Filipina (PCG), dipasang oleh kapal CCG pekan sebelumnya di sekitar Karang Scarborough yang oleh penduduk lokal dinamai Bajo de Masinloc.

Karang Scarborough yang masih diklaim China berada sekitar 240 km dari Pulau Luzon sehingga masuk kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina, sebaliknya berada sekitar 900 km dari wilayah pesisir terdekat China di Provinsi Hainan.

Pemasangan penghalang apung dilakukan oleh kapal China saat puluhan kapal nelayan Filipina sedang beroperasi menuju perairan sekitar Karang Scarborough yang kaya dengan ikan sehingga kapal-kapal itu urung memasukinya.

Filipina pun tidak kalah gertak dengan segera melancarkan operasi khusus untuk menyingkirkan penghalang apung itu dengan memutus tali pengikatnya dengan jangkar di dasar laut.

Empat kapal CCG yang sedang berada di sekitar kejadian dilaporkan tidak menunjukkan perilaku agresif, sementara awaknya segera menyingkirkan buoy begitu mengetahui tali penahannya diputus.

Pada insiden sebelumnya, kapal-kapal CCG menembakkan kanon air ke kapal-kapal penjaga pantai Filipina yang sedang mengawal kapal-kapal nelayan di dekat P. Pagasa, bagian Kepulauan Spartly di LCS yang juga dipersengketakan.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026