Harga emas sedikit menguat karena data pekerjaan AS "mendingin"

id harga emas,emas berjangka,bursa Comex,data pekerjaan AS,kebijakan Fed

Harga emas sedikit menguat karena data pekerjaan AS "mendingin"

Ilustrasi - Emas batangan pada Uang Kertas 100 Dolar AS. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

Chicago (ANTARA) - Harga emas sedikit menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), berbalik menguat dari kerugian sesi sebelumnya, karena data pekerjaan AS yang melambat menyampaikan pesan bahwa Federal Reserve mungkin tidak segera melakukan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 1,20 dolar AS atau 0,06 persen menjadi ditutup pada 1.967,10 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh tertinggi sesi di 1.980,20 dolar AS dan terendah di 1.960,70 dolar AS.

Emas berjangka tergelincir 7,10 dolar AS atau 0,36 persen menjadi 1.965,90 dolar AS pada Kamis (31/8/2023), setelah bertambah 7,90 dolar AS atau 0,40 persen menjadi 1.973,00 dolar AS pada Rabu (30/8/2023), dan melonjak 18,30 dolar AS atau 0,94 persen menjadi 1.965,10 dolar AS pada Selasa (29/8/2023).

Untuk minggu ini, kontrak berjangka menguat 1,40 persen, meskipun merosot 2,00 persen sepanjang Agustus.

Emas menguat kemudian turun dari level tertingginya karena data non-farm payroll (gaji non-pertanian) untuk Agustus, setidaknya, “memberi sinyal bahwa suku bunga mungkin tidak akan naik lebih jauh”, sesuatu yang tampaknya dianggap positif oleh semua aset berisiko, kata Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (1/9/2023) bahwa AS menambah 187.000 pekerjaan pada Agustus namun tingkat pengangguran melonjak secara tak terduga menjadi 3,8 persen dari 3,5 persen pada Juli, mencerminkan dampak dari suku bunga yang tinggi dan pendinginan bertahap perekonomian AS akibat booming yang terjadi setelah lockdown akibat pandemi.