
Ribuan siswa SMK Sumsel mengenakan pakaian adat semarakkan Sumpah Pemuda

Palembang (ANTARA) - Sebanyak 11 ribu orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Sumatera Selatan secara serentak menyemarakkan kegiatan peringatan hari Sumpah Pemuda ke-94 tahun dengan mengenakan pakaian adat nusantara, pada Jumat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Riza Fahlevi, dibincangi di Palembang, Jumat, mengatakan peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2022 ini di isi dengan sejumlah kegiatan, mulai dari upacara bendera formil, lomba pidato kebangsaan, hingga olahraga masyarakat.
Kegiatan itu dilakukan secara serentak oleh lebih dari 100 SMK di 17 Kabupaten/Kota dengan jumlah siswa yang menjadi pesertanya mencapai 11 ribu orang.
Dia menyebutkan, setiap rangkaian kegiatan itu para peserta diwajibkan memakai pakaian adat nusantara oleh sekolahnya masing-masing sebagaimana arahan dari Pemerintah Provinsi.
Pihaknya menilai, pakaian adat menjadi unsur penting sebagai simbol untuk memperkokoh identitas kebangsaan pada diri seluruh peserta didik.
“Konsep penanaman identitas kebangsaan yang kentara itu didapat dari sana (pakaian adat, red), siswa dapat mengetahui itulah pakaian asli tempat mereka dibesarkan, atau kata lainnya menunjukkan jati diri sebuah daerah,” kata dia.

Riza mencontohkan, misalnya, seperti yang dilakukan oleh SMK Negeri 6 Palembang, sebagian besar pelajar mereka mengenakan Aesan Gede dengan dominan unsur emas dan bunga.
Begitu pula di SMK Negeri 1 Indralaya Selatan, Ogan Ilir yang sebagian besar pelajarnya mengenakan pakaian adat Aesan Paksongko memadupadankan tenun songket lepus sulam emas.
Pakaian adat khas Sumsel itu dalam sejarahnya, kata dia, dipercayai oleh masyarakat setempat menunjukkan kemewahan dan harga diri yang tinggi, khususnya bagi kaum perempuan.
“Untuk diketahui pula, uniknya, karena ini di lingkungan SMK, tak sedikit dari mereka yang justru sudah membuat ornamen pakaian sendiri jauh hari sebelum hari Sumpah Pemuda,” kata dia, dari proses itulah nilai kebangsaan, kebersamaan yang hendak disampaikan kepada peserta didik tersalurkan atas bimbingan guru dan orang tua tentunya.
“Sumpah Pemuda itu momentum kebangkitan pendidikan kita, semangat kepemudaan kita bangun bersama-sama, karena mereka ini aset masa depan bangsa ini, ya cara nya dengan ini, berkegiatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Lisparida, mengatakan upaya penanaman konsep identitas kebangsaan yang disematkan ke dalam kegiatan hari Sumpah Pemuda itu merupakan teluran dari pembelajaran di ruang kelas.
Mengingat, Dinas Pendidikan memasukkan materi muatan kebangsaan dalam kurikulum pendidikan berbasis vokasi, yang dinamakan Profil Pelajar Pancasila.
“Pembelajaran Profil Pancasila itu diajarkan guru dalam setiap bobot pelajaran siswa SMK yang mana 70 praktik dan 30 materi ruang kelas,” kata dia.
Dalam materi Profil Pelajar Pancasila itu, lanjutnya, peserta didik diberikan pemahaman tentang kegotongroyongan, identitas kebangsaan yang menjadi bekal ketika mereka masuk dunia kerja.
“Semuanya penting sebagai pondasi anak-anak kita menghadapi kemajuan IT dewasa ini, yang mengancam moralitas anak, yang merupakan investasi masa depan bangsa ini,” tandasnya.
Pewarta: Muhammad Riezko Bima Elko
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
