
7.000 warga OKU terdata penerima BLT dampak kenaikan BBM

Ogan Komering Ulu, Sumsel (ANTARA) - Sebanyak 7.000 warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan terdata sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang segera dikucurkan pemerintah setempat dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU, Syaiful Kamal di Baturaja, Rabu, mengatakan pemerintah daerah telah mengalokasikan belanja wajib dalam rangka penanganan dampak inflasi tahun anggaran 2022 melalui penyaluran dana BLT untuk warga miskin di daerah itu.
Bantuan sosial ini menyasar pada 7.000 warga mulai dari farkir miskin, tukang ojek hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak inflasi kebijakan pemerintah pusat.
"Berdasarkan pendataan tercatat 7.000 warga Kabupaten yang memenuhi kriteria penerima bantuan," katanya.
Ribuan warga tidak mampu calon penerima bantuan sosial itu tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten OKU yang sudah diverifikasi oleh tim di lapangan dan dinyatakan layak menerima BLT karena terdampak inflasi.
Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersebut akan mendapat bantuan dana yang disalurkan selama tiga bulan pada periode Oktober-Desember 2022.
"Masing-masing KPM akan dibantu dana sebesar Rp200.000 per bulan. Jadi totalnya Rp600.000 per KPM," jelasnya.
Syaiful menjelaskan, saat ini proses penyaluran dana bantuan masih dalam tahap evaluasi Provinsi Sumsel sebagai payung hukum dalam pendistribusian BLT.
"Sekarang masih proses evaluasi provinsi. Ditargetkan pada November 2022 nanti dana bantuan sosial ini sudah bisa disalurkan kepada seluruh KPM di Kabupaten OKU," ujarnya.
Ia berharap dengan adanya bantuan sosial ini dapat meringankan beban masyarakat khususnya yang terdampak inflasi kebijakan kenaikan harga BBM.
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
