Pelajar Indonesia raih medali emas di ajang dunia IEYI

id International Exhibition for Young Inventors

Pelajar Indonesia raih medali emas di ajang dunia IEYI

Dua pelajar asal SMAN I Kota Kediri, Jawa Timur, memeragakan hasil penelitian kitosan dari larva lalat hitam yang diubah menjadi ekstrak untuk mengatasi pencemaran logam berat pada air di ruang laboratirium SMAN I Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (18/5). Antara Jatim/ Asmaul Chusna 

Jakarta (ANTARA) - Pelajar Indonesia berhasil meraih 11 penghargaan dalam ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2021, yang terdiri dari empat medali emas, lima medali perak dan dua medali perunggu.

"Keberhasilan para delegasi ini merupakan indikator peningkatan kualitas meneliti di kalangan remaja," kata Deputi Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Edy Giri Rachman Putra dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Pelajar Indonesia yang merupakan binaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu adalah para pemenang pada program National Young Inventor Award (NYIA) ke-12, yang diselenggarakan pada 2020.



Pengumuman pemenang IEYI secara resmi disampaikan dalam jaringan pada 1 November 2021.

Edy menuturkan sebelum keberangkatan para pelajar ke IEYI, BRIN melalui Pembinaan Ilmiah telah memberikan bimbingan dan arahan agar peserta memperoleh gambaran tentang kompetisi tersebut, sehingga mereka memiliki kesiapan dan kepercayaan diri.

Faktor "kebaruan" juga menjadi poin sangat penting dalam penilaian karya peserta.



Diharapkan capaian yang telah diperoleh bisa memacu tim NYIA 2020 untuk menjadi periset-periset andal Indonesia di masa depan.

Penemuan yang mendapat medali emas atau Golden Award adalah Scrambel Grain Robot (SCRAINBOT), dengan inventor Salsabila Dinis Oktavista dan Meylani Putri Eka Wardani dari SMA One Jetis Ponorogo.

Kemudian, Smart Sink Portable Filter (SWAPER) The Applicatiob of Rotating Water Cycle to Save the Use of Clean Water, dengan inventor Ahmad Raihan Maulana dan Wildan Ramadan dari SMA AK Nusa Bangsa.



Selanjutnya, Digital Vein Viewer (For Easily Detect Vein Using Image Processing), dengan inventor Muhammad Abyan Ermansyah dari SMA Muhammadiyah 2 Surabaya.

Invensi berupa Detective Pen dengan inventor Ginaris Sekar Arum Pinasti dan Almas Fauziyah dari MAN 2 Kudus, juga mendapat medali emas.

Sementara medali perak atau Silver award diberikan kepada invensi CLIMBCATION (Climbing Communication Device), dengan inventor Muhammad Lutfi Usman dan Ratna Juwita Salensehe dari SMA Averos Sorong.



Kemudian, M2CalTion-PTM (Magnetic Mixer Chemical Solution for Application Laboratory), dengan inventor Muhammad Farhan Putra Pratama dan Robert dari SMA 1 Tarakan.

Selanjutnya, Anti-Sleep Bracelet for Drivers, dengan inventor Kinanti Wening Asih dan Ghixandra Julyaneu Irawadi dari SMA 3 Bandung.

Muslim Prayer Guide Wireless Devices, dengan inventor Salsabila Gracia Anastasia dan Ramadena Paturahman dari SMA Averos, juga mendapat medali perak.



Medali perak juga diberikan kepada invensi SADFOREST (Smart AlAlert Detect for Deforestation), dengan inventor Mukhammad Sholikhuddin dan Nabil Nasruddin Al Muttawakkil dari SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo.

Sedangkan medali perunggu atau Bronze Award diperoleh invensi S-Gyice 4th Generation: Sound Energy Harvester Device Based on Piezoelectric to Optimize the Potency of Micro Energy Source, dengan inventor Thoriq Ahmad Izzuddin dari MTsN 1 Malang.

Medali perunggu juga diberikan untuk invensi NAPODIC (Non-Pollutant Disinfectant), dengan inventor Annisa Muizaningtyas Rosyidahlia dan Salma Rofidatul Jannah dari SMA Trensains Muhammadiyah Sragen.