Ratusan pasien OTG di Solo jalani isolasi

id 402 pasien OTG di Solo ,jalani isolasi terpusat,Ratusan pasien OTG di Solo,pasien OTG jalani isolasi terpusat

Ratusan pasien OTG di Solo jalani isolasi

Petugas Tim Satgas Evaluasi Kota Surakarta saat menjemput pasien OTG untuk diantarkan menjalani perawatan di tempat iSolasi terpusat di Solo, Jateng, Minggu (25/7) ANTARA/HO Humas Polres Boyolali

Solo (ANTARA) - Sebanyak 402 pasien kategori orang tanpa gejala dan bergejala ringan warga Solo telah menjalani perawatan isolasi terpusat baik di Asrama Haji Donohudan Boyolali maupun di tempat isolasi OTG di Kota Surakarta, Jawa Tengah.

"Total ada 402 orang warga Kota Solo berstatus OTG dan bergejala ringan yang saat ini sedang menjalani isolasi dan perawatan terpusat yang disediakan pemerintah," kata Kepala Polres Kota Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjutak, di Solo, Senin.

Tim Satgas Evakuasi Kota Surakarta bersama Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kecamatan, sebelumnya mengevakuasi 47 orang warga Kota Surakarta yang berstatus OTG dan bergejala ringan dari rumahnya masing-masing di 5 Kecamatan, yaitu Jebres, Laweyan, Pasar Kliwon, Banjarsari dan Serengan, ke tempat perawatan isolasi terpusat di Solo, pada Minggu (25/7).

Sebanyak 47 warga OTG dievakuasi ke tempat perawatan isolasi terpusat di SMPN 8 Jebres Surakarta dan khusus pasien bergejala ringan di SDN Panularan 6 Laweyan Solo dengan menggunakan ambulance puskesmas setempat dengan pengawalan Polresta Surakarta.

Kapolres mengatakan, Polresta Surakarta bersama dengan Kodim 0735/ Surakarta dan Pemerintah Kota Surakarta yang tergabung dalam Satgas Penanganan COVID-19 kembali melakukan langkah-langkah manajemen kontijensi ini, dalam menyikapi angka kasus aktif yang masih fluktuatif, sekaligus angka penularan (positive rate) yang masih cukup tinggi di Kota Surakarta.

Hal tersebut, kata Kapolres, salah satunya dengan melakukan evakuasi terhadap warga yang terkonfirmasi COVID-19, baik yang berstatus OTG maupun bergejala ringan yang saat ini masih melaksanakan isoman di rumah, untuk dievakuasi ke tempat perawatan isolasi terpusat, baik di Asrama Haji Donohudan Boyolali maupun yang telah disiapkan oleh Pemkot Surakarta, agar penanganan menjadi lebih efektif dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Menurut Kapolres hal tersebut merupakan strategi untuk memisahkan warga yang positif COVID-19 dengan warga yang sehat di pemukiman. Sehingga, penularan atau penyebarannnya bisa dicegah dan tidak meluas, disamping itu juga untuk lebih mengefektifkan treatment yang diberikan terhadap pasien OTG dan bergejala ringan.

Pemkot Surakarta khusus bagi pasien bergejala ringan telah menyiapkan tiga tempat perawatan isolasi terpusat bagi pasien bergejala ringan, yaitu di SDN Panularan 6, SDN Cemara 2, dan SMPN 25 di Solo. Sedangkan, untuk tempat isolasi terpusat bagi OTG disiapkan sebanyak lima tempat.

Kapolres menambahkan beberapa manfaat yang akan diperoleh baik oleh pasien OTG maupun bergejala ringan saat menjalani perawatan di tempat isolas terpusat tersebut. Antara lain pasien OTG dan bergejala ringan akan mendapatkan asupan makanan yang bergizi selama pelaksanaan perawatan atau isolasi, diberikan vitamin dan obat obatan untuk meningkatkan imunitas serta mendapatkan asistensi dan pengawasan dari tenaga kesehatan, yang kesemuanya itu akan berkontribusi positif terhadap akselerasi kesembuhan pasien.

"Yang lebih utama yakni untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 oleh pasien OTG," katanya. ***3***
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar