
Barikade 98 Sumsel kutuk bom bunuh diri

Palembang (ANTARA) - Aktivis yang tergabung dalam Barikade 98 Sumatera Selatan mengutuk aksi bom bunuh diri di depan gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3) sebagai tindakan teror yang meresahkan masyarakat dan mencoreng citra Islam sebagai agama yang rahmatan lil al-amin.
Untuk mencegah aksi serupa terulang kembali, rakyat Indonesia harus bersatu padu melawan terorisme dan kelompok intoleran lainnya, kata Ketua DPW Barikade 98 Sumsel, Bambang Purnomo di Palembang, Senin.
Menurut dia, teroris dan kelompok intoleran adalah musuh bersama oleh karena itu harus 'diperangi' bersama sehingga tidak ada tempat mereka untuk berkembang serta dengan leluasa melakukan aksinya.
Pelaku bom bunuh diri di Makassar itu seorang laki-laki dan perempuan, berdasarkan penjelasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dua pelaku tersebut merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina.
Kasus yang mengakibatkan 20 korban luka-luka bersebut diharapkan segera diusut tuntas pihak kepolisian dengan membongkar siapa saja yang terlibat dalam aksi terorisme itu sehingga bisa dicegah terjadinya aksi lanjutan yang dapat menimbulkan banyak korban, kata Bambang.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol.Supriadi mengatakan sesuai pernyataan kapolri, masyarakat diimbau agar tenang dan tidak panik pasca-aksi teror bom bunuh diri di Makassar.
"Masyarakat diminta tenang dan tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa. Kami didukung TNI akan melakukan berbagai tindakan antisipasi gangguan kamtibmas guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," ujar Kombes Supriadi.
Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
