Logo Header Antaranews Sumsel

Kabupaten Musi Banyuasin percepat implementasi ekonomi sirkular

Senin, 31 Agustus 2020 14:48 WIB
Image Print
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex. (ANTARA/HO/20)

Sekayu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan mempercepat implementasi ekonomi sirkular untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan di daerahnya.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex di Sekayu, Senin, mengatakan, Pemkab Muba akan menggandeng Tim Indonesia Circular Economy Forum (ICEF) dan Greneration Foundation dalam implementasi sistem ekonomi sirkular ini.

"Kami akan bentuk tim bersama Bappeda dan ICEF serta Generation Foundation untuk secepatnya mewujudkan ekonomi sirkular ini,” kata Dodi.

Ia mengatakan sebagai kabupaten percontohan inisiasi pembangunan berkelanjutan di Tanah Air, Kabupaten Musi Banyuasin dituntut terus berinovasi.

Dodi yang juga Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Indonesia ini mengatakan sejauh ini Muba sudah mengimplementasikannya dalam pembangunan jalan menggunakan aspal karet.

"Hasilnya berjalan baik, bahkan Muba menjadi percontohan nasional dan mendapatkan reward dari Kementerian PUPR atas terobosan tersebut," kata dia.

Muba juga saat ini menggarap kawasan industri hijau, yang salah satu inovasinya yakni pengelolaan kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati (BBN) yang merupakan energi baru terbarukan.

Kabupaten Muba menyiapkan beberapa lokasi untuk diproyeksikan menjadi kawasan industri hijau untuk pusat hilirisasi perkebunan dan minyak gas (migas) itu.

“Empat lokasi ini sangat strategis karena sangat dekat sumber-sumber energi yang ada di Muba, salah satunya di lokasi cadangan gas Sakakemang Bayung Lencir yang menjadi lokasi gas terbesar keempat di dunia,” kata dia.

Selain itu, lokasi kawasan ini juga berdekatan dengan proyek pembangunan infrastruktur nasional, seperti jalan tol sehingga dinyakini bakal menarik minat investor.

Dodi menjelaskan, konsep pembangunan industri hijau di Muba ini, nantinya akan menyatukan seluruh industri baik migas dan perkebunan menjadi satu kawasan yang juga akan terkoneksi dengan kawasan Golden Triangle Muba.

“Ini menjadikan ekonomi lebih sirkular (sumber daya alam dipakai selama mungkin),” kata dia.

Program Manager ICEF Fahrian Yovantra mengatakan sangat penting mendorong sistem ekonomi sirkular ini masuk ke dalam kebijakan pemerintah daerah, melalui Rencana Jangka Panjang dan Rencana Jangka Menengah.

“Sepatutnya terintegrasi dengan kebijakan ekonomi, lingkungan dan sosial sebagai upaya perwujudan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs),” kata dia.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026