Perbedaan Mitsubishi Pajero dan Pajero Sport

id pajero,mitsubishi pajero,pajero sport,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, palembang hari ini, jembatan

Perbedaan Mitsubishi Pajero dan Pajero Sport

Mitsubishi Pajero (atas) dan Pajero Sport (bawah) (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Mitsubishi Pajero dan Pajero Sport bukanlah mobil yang asing bagi masyarakat Indonesia karena keduanya sudah dikenal sebagai produk sport utility vehicle (SUV) berdesain kokoh, berkinerja tangguh, yang sudah cukup lama mengaspal di nusantara.

Namun, mungkin saja belum banyak yang memahami bahwa dua model itu merupakan produk berbeda, baik secara spesifikasi, segmentasi, dan sejarahnya. Pajero Sport yang hadir di Indonesia berbeda dengan Pajero "big SUV" yang akan terdampak penutupan pabrik di Jepang.

Baca juga: Pasar mobil bekas diprakirakan pulih dalam tiga bulan

"Konsumen tidak perlu khawatir dengan kelangsungan model Pajero Sport, serta ketersediaan layanan penjualan hingga purna jualnya di Indonesia,” kata Naoya Nakamura, Presiden Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia dalam siaran pers dikutip Sabtu.

Mitsubishi Pajero Sport mewarisi DNA Mitsubishi Pajero, sebuah SUV yang dikembangkan untuk menghadirkan nilai premium "all-around SUV berstandar global" yang menggabungkan tampilan tangguh, kemampuan SUV di segala medan, teknologi canggih, fitur hiburan dalam balutan desain khas perkotaan.

"Meski berbagi DNA tangguh dengan daya tahan dan performa yang tinggi, Mitsubisihi Pajero dan Mitsubishi Pajero Sport adalah dua model/produk dengan spesifikasi dan segmen yang berbeda," kata Naoya Nakamura.

"Hampir seluruh varian Mitsubishi Pajero Sport yang dipasarkan di Indonesia diproduksi di fasilitas perakitan MMKI, setelah sebelumnya diimpor dari Thailand," tambah dia.

"Sejak diluncurkan dari tahun 2009 hingga saat ini, penerimaan masyarakat terhadap Mitsubishi Pajero Sport di Indonesia sangat baik dengan populasi mencapai 160.000 unit dengan rata-rata pangsa pasar lebih dari 40 persen," kata Naoya.

Mitsubisihi Pajero

Generasi Pertama (1982)
Mitsubishi Pajero Generasi I (ANTARA/MMC)


Mitsubishi tidak mengekspor Jeep Mitsubishi ke pasar mobil 4WD berfitur lengkap ke luar negeri karena perjanjian lisensi dengan “Willys”. Namun, Mitsubishi mengembangkan teknologi penggerak 4WD sendiri, dan hasilnya terlihat pada produk mobil 4WD berfitur lengkap, Mitsubishi Pajero (nama lainnya adalah Montero, Shogun).

Nama Mitsubishi Pajero diambil dari "Leopardus PAJEROs" atau "Kucing Pampus" yang mendiami dataran tinggi Patagonia di ujung selatan Amerika Selatan. Nama itu menggabungkan konsep "rasa liar" dan " kecantikan".

Pajero generasi pertama versi konsep muncul pada Tokyo Motor Show 1979, kemudian dirilis ke pasar pada 1982. Varian Pajero berbadan panjang ditambahkan pada Juli 1983, diikuti model bertransmisi otomatis pada 1985, sedangkan mesin V6 dan diesel turbo intercooled diluncurkan pada 1988.

Pajero memenangkan “Unmodified 4WD Production” Reli Paris-Dakar pada percobaan pertamanya di tahun 1983, kemudian menyabet “The First Overall Victory” pada 1985 dan meraih kemenangan untuk 12 kali setelahnya.

Generasi Kedua (1991)

Generasi kedua Pajero diluncurkan Januari 1991. Desain generasi kedua dirombak total kemudian ditawarkan dalam empat tipe body: atap logam, atap tengah, atap kick-up dan J-top.

Mobil itu dilengkapi mesin 3.0L V6 dan 2.5L intercooled diesel turbo yang dikawinkan dengan transmisi manual 5 kecepatan atau transmisi otomatis 4 kecepatan.

Pada komponen fungsional, Pajero mengenalkan fitur Super Select 4WD pertama di dunia yang memberikan manfaat 4WD penuh dan paruh waktu yang memungkinkan pengemudi untuk beralih antara mode 2WD dan 4WD saat beraktivitas.

Pada Juli 1993, mesin 3.5L V6 dan 2.8L intercooled diesel turbo baru ditambahkan ke dalam lini. Pada Mei 1997, model "Pajero Wide" dilengkapi lengkungan roda dan mesin baru efisiensi tinggi 3.5L V6 GDI resmi dirilis.

Pada September tahun itu, perusahaan memperkenalkan “Pajero Evolution” yang didukung mesin 3.5L V6 GDI MIVEC berperforma tinggi, badan solid namun ringan, lebih lebar dengan penggunaan over fender dan suspensi serba independen.

Generasi Ketiga (1999)

Urutan ketiga dalam silsilah keluarga Pajero lahir pada September 1999, dengan perombakan besar pada konstruksi rangka dan bodi.

Yang menjadi sorotan pada generasi ketiga adalah penurunan berat dan peningkatan kekakuan bodi guna menghasilkan kendali dan stabilitas yang sangat baik serta kenyamanan berkendara.

Mesin 3.5L V6 GDI dan diesel baru 3.2L Di-D diesel direct-injection dipakai pada versi Pajero ini. Terdapat juga sistem "Super Select 4WD" untuk memaksimalkan kemampuan 4WD. Mobil itu diklaim kian stabil berkat suspensi serba independen double-wishbone koil di depan dan multi-link di belakang.

Generasi keempat (2006)

MMC meluncurkan Pajero generasi keempat pada 2006, setelah mobil itu terjual lebih dari 2,5 juta unit di dunia.

Pajero generasi keempat menjalani serangkaian pengujian pada kondisi paling keras, termasuk pengujian simulasi kompatibilitas ketinggian 2.500 m di Pegunungan Alpen, suhu minus 40 derajat di Eropa Utara, off-road di gurun Afrika dan kondisi pedalaman Australia.

Meningkatkan kemampuan off-road dan daya tahan lebih jauh, Pajero generasi empat mengadopsi teknologi Reli Dakar dan mempertahankan suspensi serba independen dan Super Select 4WD-II (SS4-II) driveline yang diperkenalkan pada generasi ke-3.

Teknologi baru yang membedakan Pajero generasi ke-4 adalah sistem Active Stability & Traction Control (ASTC) yang disempurnakan.

Mitsubishi Pajero Sport

Generasi Pertama (1996)

Generasi pertama Pajero Sport dikenal dengan nama Mitsubishi Challenger dirilis pada 1996, dengan desain cenderung kotak. Pada awalnya, Mitsubishi Challenger dipasarkan untuk domestik Jepang, namun penerimaan positif membuat setahun kemudian mobil itu di ekspor ke beberapa negara.

Kegiatan ekspor itu membuat Mitsubishi Challenger dikenal dengan nama yang berbeda di setiap negara, seperti Mitsubishi Pajero Sport (Eropa), Montero Sport (Amerika dan sekitarnya), Shogun Sport (Inggris) dan Strada G-Wagon (Thailand).

Mobil itu tidak hanya dirakit di Jepang tapi juga di China pada tahun 2003 dan Brasil tahun 2006.

Generasi Kedua (2008)

Mitsubishi Pajero Sport generasi kedua yang berkonsep All Round Family Sport Utility Vehicle (SUV), adalah model pertama yang masuk ke Indonesia pada 2009.

Saat itu, Pajero Sport dilengkapi mesin 2.5L DOHC Commonrail Turbocharged and Intercooled, 4 Cylinder In-line (4D56) yang mampu menghasilkan tenaga maksimum 136 ps dan torsi maksimum 324 Nm.

Dua tahun berselang, Mitsubishi Motors memberikan tambahan Variable Geometry Turbo (VGT) pada mesin 2.5-liter DI-D Commonrail agar lebih tangguh dan bertenaga namun tetap efisien bahan bakar.

Pada 2013, Mitsubishi Pajero Sport mendapat penyegaran baik eksterior dan interior. Memasuki 2014, Mitsubishi Motors kembali menambah varian Mitsubishi Pajero Sport V6 dengan mesin bensin V6 MIVEC 3.0L bertenaga 220 PS yang memberikan tenaga besar, suara yang halus serta emisi gas buang yang rendah.

Generasi Ketiga (2015)

MMC memperkenalkan Mitsubishi Pajero Sport generasi ketiga pertama kali di Thailand pada 2015. Pada awal tahun 2016 MMC memperkenalkan Mitsubishi Pajero Sport generasi ketiga kepada pasar Indonesia dengan tampilan baru dan lebih modern.

Desain eksteriornya didominasi garis-garis tajam ala Dynamic Shield khas Mitsubishi di bagian depan. Dapur pacu juga dilengkapi mesin baru 4N15 2,4L MIVEC dengan tenaga maksimal 181 PS dan torsi maksimal 430 Nm.

Sejak diluncurkan dari tahun 2009 hingga hari ini, penerimaan masyarakat untuk Pajero Sport di Indonesia sangat baik dengan populasi mencapai 160.000 unit.

 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar