Transisi normal baru, sebagian hotel di Palembang masih belum buka

id phrim hotel, belum buka semua hotel di palembang, sebagin hotel masih tutup, phri susmel

Transisi normal baru, sebagian hotel di Palembang masih belum buka

Ketua PHRI Sumsel, Herlan Aspiudin. (ANTARA/Yudi Abdullah/20)

Palembang (ANTARA) - Sebagian hotel berbintang dan melati yang ada di Kota Palembang, Sumatera Selatan pada masa transisi normal baru produktif aman dari COVID-19 masih ada yang belum buka karena tingkat hunian kamar hotel masih di bawah 50 persen.

"Puluhan pengelola hotel masih menunggu dan melihat perkembangan tingkat hunian hotel yang telah mulai buka sejak Juni 2020 setelah melakukan penutupan sementara pada Maret, jika perkembangan tingkat hunian hotel terus meningkat pada awal Agustus kemungkinan semua hotel buka kembali," kata Ketua PHRI Sumsel, Herlan Aspiudin di Palembang, Jumat.

Menurut dia, pihaknya terus mendorong pengelola hotel untuk segera beroperasi melayani tamu seperti sebelum adanya wabah Corona Virus Disease 19 (COVID-19).

Dampak pandemi COVID-19 hampir semua hotel pada Maret 2020 tutup sementara dan merumahkan karyawannya.

Baca juga: Seorang wanita terjatuh dari lantai 13 hotel di Jakarta

Setelah adanya kebijakan normal baru dari pemerintah, sebagian hotel mulai beroperasi kembali namun dengan melakukan efisiensi secara ketat seperti mempekerjakan sebagian karyawan.

Karyawan akan dipekerjakan secara bertahap melihat perkembangan okupansi atau tingkat hunian kamar, jika tamu terus bertambah banyak kemungkinan dalam satu atau dua bulan ke depan baru semuanya dipanggil masuk bekerja.

Untuk meningkatkan jumlah pengguna jasa hotel dan restoran menghadapi masa normal baru sekarang ini, PHRI mendorong anggota kreatif dan inovatif membuat paket promosi tanpa mengabaikan protokol kesehatan sehingga bisa dicegah penyebaran COVID-19 di tempat usaha anggota PHRI, ujar Herlan.

Baca juga: Karyawan hotel di Palembang masih banyak dirumahkan

Baca juga: Serial "Hotel Del Luna" versi Amerika
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar