
Dinkes imbau masyarakat terpakan 3M cegah DBD

Martapura (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, mengimbau masyarakat di wilayah setempat menerapkan 3M, yaitu menutup dan menguras penampungan air serta mengubur barang bekas untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah dengue (DBD).
"Karena penyakit demam berdarah biasanya menyerang masyarakat saat musim hujan, seperti sekarang ini, sehingga harus diantisipasi penyebarannya dengan menerapkan 3M," kata Kepala Dinas Kesehatan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Zainal didamapingi Kabid Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Umaidah Kosim di Martapura, Rabu.
Selain 3M, kata dia, masyarakat juga diharapkan menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih dan melakukan upaya lainnya yang dapat mencegah potensi penyebaran penyakit DBD.
"Seperti menggunakan kelambu atau memakai lotion antinyamuk agar tidak digigit nyamuk, khususnya jenis aedes aegypti yang dapat menimbulkan DBD," kata dia.
Menurut dia, pihaknya juga terus melakukan pemantauan jentik nyamuk untuk mencegah penyebaran penyakit DBD, terutama di daerah perkebunan karet di wilayah setempat.
"Karena di kebun karet banyak terdapat mangkuk karet yang tidak terpakai yang biasanya digunakan nyamuk untuk bertelur dan menjadi sarang berkembang biak," ucapnya.
Dia menjelaskan, proses nyamuk bertelur biasanya bermula dari mengisap darah manusia dan ketika sudah kenyang maka nyamuk akan mengolah darah menjadi telur.
"Biasanya nyamuk siap bertelur setelah dua hari mengolah darah manusia yang telah dihisap sebelumnya," ujarnya.
Ketika nyamuk siap bertelur, lanjut dia, mereka akan mencari tempat yang tergenang air, seperti bak mandi, dispenser dan tempat-tempat lainnya yang lembab agar dapat berkembang biak.
"Oleh sebab itulah pola 3M harus diterapkan agar tidak ada tempat bagi nyamuk untuk berkembang biak guna mencegah penyebaran DBD," ujarnya.
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
