Empat kebakaran lahan terjadi dalam satu hari

id kebakaran lahan,penajam paser utara,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, jembatan ampera, wong palembang

Empat kebakaran lahan terjadi dalam satu hari

Ilustrasi - Kebakaran lahan (Antara/Bagus Purwa)

Penajam (ANTARA) - Empat kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dalam satu hari, kata Kepala Sub Bidang Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana atau BPBD setempat Nurlaila.

"Potensi kebakaran lahan di wilayah Penajam Paser Utara pada musim kemarau cukup tinggi," kata Nurlaila ketika dihubungi, Sabtu.

Kebakaran lahan yang baru saja terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara terjadi bergantian di empat wilayah berbeda dalam satu hari.

Kebakaran lahan di empat wilayah Kecamatan Penajam tersebut meliputi kawasan RT 01 Kelurahan Kampung Baru, serta areal lahan milik perusahaan daerah di RT 08 Kelurahan Sungai Paret.

Kebakaran lahan yang terjadi bergantian di empat wilayah berbeda secara beruntun dalam satu hari tersebut diduga disebabkan faktor alam.

"Empat titik panas (hotspot) di wilayah itu terpantau atau terdeteksi bergantian, dan diduga peristiwa kebakaran itu dipicu faktor alam," ucap Nurlaila.

Hembusan angin yang cukup kencang jelasnya, membuat kobaran api di lokasi kebakaran lahan tersebut semakin cepat membesar.

"Empat unit mobil pemadam kebakaran diturunkan ke masing-masing lokasi kebakaran lahan dan api baru berhasil dipadamkan sekitar satu setengah jam kemudian," ujar Nurlaila.

Personel yang terlibat dalam kegiatan pemadaman kebakaran lahan tersebut yakni, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta Polres Penajam Paser Utara dibantu masyarakat sekitar.

Masyarakat dan perusahaan diminta ikut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan apalagi tanpa pengawasan, sebab dampaknya cukup luas termasuk merusak ekosistem hewan di sekitar.

Setiap perusahaan diminta jangan hanya melindungi wilayahnya saja, tetapi juga harus berpartisipasi membantu melindungi masyarakat sekitar saat terjadi bencana.*
 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar