PMI Rejang Lebong kesulitan dapatkan darah AB rhesus negatif

id darah AB rhesus negatif,pmi rejang lebong,donor darah

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Salatiga menunjukan stok darah di Kantor PMI Kota Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (27/2/2019). PMI Rejang Lebong saat ini kekurangan stok darah AB rhesus negatif. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho.

Bengkulu (ANTARA) - Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Palang Merah Indonesia Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, saat ini mengalami kesulitan untuk mendapatkan darah AB rhesus negatif (AB-).

"Darah AB rhesus negatif ini sangat jarang di Indonesia, di mana kasusnya di Rejang Lebong dan Bengkulu sampai saat ini baru ada satu kasus," kata Ketua PMI Rejang Lebong Hendra Wahyudiansyah di Rejang Lebong, Selasa.

Warga asal daerah itu yang membutuhkan darah AB rhesus negatif ini tambah dia, atas nama Inggrid seorang guru SMA Negeri 2 Rejang Lebong pascamelahirkan melalui operasi caesar sepekan lalu sehingga harus dirujuk ke RS M Yunus Bengkulu.

"Yang bersangkutan saat ini dirawat di RS M Yunus Bengkulu, darah yang dibutuhkan sebanyak 10 kantong dan infonya saat ini baru dapat empat kantong," ujarnya.

Dia mengimbau, kalangan masyarakat Rejang Lebong dan daerah lainnya di Bengkulu yang memiliki golongan darah AB rhesus negatif agar bisa menyumbangkan darahnya guna membantu guru yang membutuhkan darah jenis itu.

Sementara itu, kebutuhan darah di Kabupaten Rejang Lebong saat ini kata Hendra perbulannya berkisar antara 350-400 kantong, dengan jumlah terbanyak golongan darah O, A, dan golongan B.

Untuk memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat setempat yang akan menjalani di RSUD Curup, pihaknya telah melakukan program donor langsung jemput bola, maupun melalui kegiatan bhakti sosial baik oleh instansi pemerintah maupun swasta.

"Darah ini diberikan gratis untuk kalangan masyarakat Rejang Lebong yang tidak mampu, sedangkan untuk warga luar Rejang Lebong dan pasien umum dikenakan biaya pengganti kantong darah sebesar Rp250.000 per kantong," jelas dia.

Pewarta : Nur Muhamad
Editor    : Budi Santoso
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar