Bantuan banjir dari BUMN capai Rp2 miliar

id Banjir Konawe,Pertamina,BUMN

Foto udara jalan trans sulawesi terendam banjir bandang di Kecamatan Asera, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/6/2019). Akibat intensitas hujan tinggi menyebabkan Sungai Lasolo meluap dan menyebabkan banjir bandang, sementara pihak BPBD Kabupaten Konawe Utara mencatat sebanyak 1.054 unit rumah di 28 desa di 6 kecamatan terendam banjir dengan jumlah pengungsi sebanyak 4.809 jiwa. Untuk sementara jalan trans sulawesi terputus yang menghubungkan Sulawesi Tenggara-Sulawesi Tengah. (ANTARA FOTO/Oheo/Jjn/hp)

Jakarta (ANTARA) - Aliran dana bantuan untuk musibah banjir masyarakat Kabupaten Konawe dan Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara dari BUMN Untuk Negeri yang dikoordinir PT Pertamina mencapai Rp2 miliar.

Unit Manager Communication dan CSR PT Pertamina MOR VII Sulawesi, Hatim Ilwan dalam informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Kamis menjelaskan total dana bagi korban banjir di Kabupaten Konawe dan Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara telah menyalurkan bantuan hingga 29 Juni 2019 yang dibalut dalam "BUMN Hadir Untuk Negeri" di Konawe yang dikoordinir oleh Pertamina mencapai Rp2 Miliar.

"Pertamina yang mengkoordinir langsung penyerahannya," ujarnya.

Total bantuan tersebut berasal dari 31 perusahaan BUMN dan afiliasinya yang tergabung dalam program BUMN Hadir Untuk Negeri. Bantuan yang diberikan diantaranya, sembako, pakaian, alas tidur, makanan cepat saji, air mineral, perlengkapan sekolah dan kebutuhan pokok utama lainnya. “Bantuan ini disalurkan melalui posko-posko induk yang tersebar di berbagai wilayah, seperti Rumah Jabatan Bupati Konawe dan Bupati Konawe Utara yang bekerjasama dengan BNPB Provinsi Sultra, BPBD Kabupaten Konawe, BPBD Kabupaten Konawe Utara serta Korem 143/Halu Oleo," jelas Hatim.

Dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat membantu dan mengurangi beban masyarakat setempat yang menjadi korban banjir. Selain itu, hadirnya bantuan ini menjadi bentuk kepedulian PT Pertamina (Persero) beserta Perusahan BUMN lainnya terhadap sesama. “Tidak hanya itu, bantuan ini juga sejalan dengan tagline BUMN yaitu BUMN Hadir Untuk Negeri”, katanya.

Pada akhir Juni, tepatnya hari Sabtu, 29 Juni 2019 masa tanggap darurat bencana banjir di Konawe dan Konawe Utara telah berakhir. Hingga masa tanggap darurat berakhir tercatat sebanyak 5.500 KK menjadi korban.

Banjir yang terjadi di bagian tenggara Sulawesi ini menyebabkan 12 kecamatan yang terendam air, di antaranya 6 kecamatan yang terletak di daerah Konawe dan 6 kecamatan terletak di daerah Konawe Utara. Untuk Kabupaten Konawe, kecamatan yang terendam banjir yaitu Kecamatan Sampara, Kecamatan Pondidaha, Kecamatan Wonggeduku, Kecamatan Wonggeduku Barat, Kecamatan Routa dan Kecamatan Latoma. Sedangkan, untuk 6 kecamatan di Kabupaten Konawe Utara yaitu, Kecamatan Andowia, Kecamatan Asera, Kecamatan Landawe, Kecamatan Langgikima, Kecamatan Oheo dan Kecamatan Wiwirano.

Banjir parah ini merendam pemukiman, pertanian beserta fasilitas publik. Hal ini menyebabkan masyarakat harus mengungsi dengan hanya mengenakan pakaian di badan tanpa membawa bahan makanan yang cukup selama pengungsian. Sehingga bantuan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.

 
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar