Lahan tandus dan gersang di Aceh ditanami kurma

id Barbate Kurma, Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh,Kurma Aceh,ramadhan 1440 H,sambut ramadhan,tradisi ramadhan,bulan puasa,p

Pelopor Kebuh Kurma Barbate, Mahdi di kawasan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (18/5) (ANTARA Aceh / Irman Yusuf)

“Dalam Alquran, Allah SWT memerintahkan kepada umat manusia untuk menanami pohon yang banyak manfaatnya seperti kurma, zaitun, dan anggur....

Banda Aceh (ANTARA) - Lahan tandus lagi gersang di kawasan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, seluas ratusan hektare, berhasil diubah menjadi produktif dan hingga kini sudah ditamani sebanyak 7.000 batang kurma yang bibitnya diimpor dari Inggris.



“Bibit kurma ini semuanya diimpor dari Inggris dan hingga sekarang sudah ditanami sebanyak 7.000 batang kurma,” kata pelopor kebun Kurma Barbate, Mahdi di Kawasan Blang Bintang, Aceh Besar, Sabtu.



Mahdi yang merupakan mantan Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh itu menyatakan, pada prinsipnya dirinya ingin menghidupkan tanah “mati” agar menghasilkan dan bermanfaat bagi segenap makhluk Allah SWT.



“Dalam Alquran, Allah SWT memerintahkan kepada umat manusia untuk menanami pohon yang banyak manfaatnya seperti kurma, zaitun, dan anggur. Usia tanaman ini mencapai ratusan tahun,” ucap Mahdi sembari menyusuri kebun pohon kurma miliknya di Kawasan Blang Bintang, Aceh Besar.



Di sela-sela tanaman kurma tersebut, terlihat ditanami pohon zaitun, dan anggur. Mahdi menyebutkan, luas kebun kurma di Barbate, Aceh Besar seluruhnya 540 hektare dan merupakan satu-satunya kebun kurma terbesar di Asia bagian Selatan.



“Kita juga mengajak semua umat Islam di Aceh khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk bersama-sama mengembangkan kebun ini dengan ikut berpartisipasi langsung dalam bentuk wakaf produktif sebanyak 1.550 batang kurma,” sebutnya.



Ia menjelaskan, hingga kini sebanyak 200 orang sudah ikut mewakafkan batang kurma dengan luas lahan 16 hektare dan nantinya hasil dari itu akan disumbangkan untuk lembaga pendidikan.



Mahdi bersama dua rekannya yakni Syukri dan Reza, mulai menanami kurma di lahan tandus provinsi paling barat Indonesia pada Desember 2015 dan sebagian diantaranya tanaman kurma tersebut sudah berbuah.



“Seluruhnya ada empat jenis kurma yang sudah kita tanami yakni, barhee, ajwa, medjool, dan khalas. Usia enam tahun sudah ada hasilnya dan syukur Alhamdulillah tanaman kurma ini memasuki tahun ke empat saja sudah ada yang berbuah,” kata Mahdi sembari menunjukkan pohon kurma yang sudah berbuah.



Masyitah, salah seorang pengunjung dilokasi kebun Kurma Barbate, Aceh Besar mengaku kagum dan takjub melihat kurma tumbuh subur di provinsi paling barat Sumatera.



“Biasanya yang kita tahu itu pohon kurma tumbuh digurun pasir atau Jazirah Arab dan ternyata di Aceh juga bisa tumbuh bagus kurmanya ya. Ini menjadi ikon wisata baru di Aceh kedepan,” kata pengunjung tersebut sembari mengabadikan beberapa gambar dengan latar pohon kurma.

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar