Wisatawan pecinta reftil menggemari ular hijau endemik Papua

id Waisai,ular hijau,reftil papua,wisatawan gemari ular,hutan papua

Ular sanca hijau endemik Papua (Foto Pemandu Wisata Raja Ampat)

Waisai (ANTARA) - Wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat, Papua Barat, tidak hanya wisatawan penikmat keindahan laut saja, tetapi juga wisatawan pencinta reptil terlebih khusus penggemar ular.

Pemandu wisata minat khusus Himpunan Pramuwisata Indonesia Kabupaten Raja, Maurits Kafir di Waisai, Rabu mengatakan wisatawan minat khusus pencinta reptil berkunjung ke Raja Ampat guna mencari ular sanca hujan atau Morelia viridis endemik Papua.

Dia mengatakan, ular sanca hujan adalah jenis piton tidak berbisa yang hidup di pohon dengan corak warna yang unik dan menjadi incaran wisatawan pencinta reptil guna di foto.

Menurut Maurits, habitat sanca hujan menyebar di hutan hujan sampai ketinggian 2.000 meter dari permukaan laut. Ular terbesar senang berada di semak dan pohon berdaun lebat.

Ia mengungkapkan, ular sanca hijau tersebut dapat dijumpai di Empat Pulau besar Raja Ampat yakni Pulau Waigeo, Pulau Salawati, Pulau Batanta, dan Pulau Misool.

Uniknya, ular sanca hijau di setiap pulau di Raja Ampat punya corak warna yang berbeda. Ada yang hijau bintik putih, ada pula hijau bintik kuning dan ada juga hijau biru.

"Keunikan itulah yang membuat wisatawan pencinta reptil senang karena dapat mengoleksi ular sanca hijau endemik Papua dengan corak warna berpariasi," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar