Survei Indo Barometer: Jokowi unggul 19,8 persen atas Prabowo

id Survei Indo Barometer,indo barometer,jokowi unggul,pilpres,prabowo

Survei Indo Barometer:  Jokowi unggul 19,8 persen atas Prabowo

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari dalam jumpa pers Indo Barometer Prediksi Pilpres 2019 dan Prospek Politik 2024 di Jakarta, Sabtu (13/4/2019). (Astrid Faidlatul Habibah)

Jakarta (ANTARA) - Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin unggul 19,8 persen atas calon pasangan nomor urut dua Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam hasil survei terbaru yang dirilis oleh Indo Barometer.

“Ini sebuah perubahan yang sangat signifikan dibanding tahun 2014 karena tahun 2014 selisih Jokowi dengan Prabowo hanya sekitar tujuh persen. Ini asumsi golputnya merata,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari dalam jumpa pers Indo Barometer Prediksi Pilpres 2019 dan Prospek Politik 2024, di Jakarta, Sabtu.

Survei Indo Barometer yang dilaksanakan pada 1 sampai 7 April 2019 menyebutkan bahwa Jokowi-Ma’ruf berhasil mendapat 59,9 persen suara, sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 40,1 persen suara.

Survei tersebut mengambil sampel sebanyak 1.200 responden dari 34 provinsi di Indonesia dengan menggunakan metode multistage random sampling yang dilakukan melalui proses wawancara tatap muka terhadap responden menggunakan kuesioner.

Menurut Qodari, hal tersebut terjadi karena tingkat kepuasan masyarakat terhadap Jokowi mencapai 65 persen karena evaluasi terhadap kemampuan dan kinerja Jokowi dianggap lebih bagus dibandingkan dengan Prabowo.

“Menurut survei hasilnya seperti itu, biasanya bila calon pertahanan itu tingkat kepuasannya tinggi dia akan dipilih kembali,” kata Qodari.

Lebih lanjut, Qodari mengatakan bahwa satu-satunya isu yang bisa menjegal Jokowi adalah isu sentimen keagamaan atau keislaman.

“Begitu kita tes dan kita tanya siapa yang dianggap lebih mewakili aspirasi umat Islam ternyata pak Jokowi masih di atas pak Prabowo,” ujarnya.

Selain itu, persoalan-persoalan yang menjadi perhatian masyarakat Indonesia sudah dijawab oleh Jokowi dengan berbagai programnya seperti Kartu Sembako Murah dan Kartu Prakerja.

“Persoalan yang paling tinggi saat ini adalah isu ekonomi yaitu isu sembako dan pengangguran, para responden mengaku Jokowi sudah mampu menjawab persoalan itu,” jelasnya.

Qodari menyebutkan bahwa elektabilitas Jokowi diyakini akan tetap bertahan hingga pemilihan presiden pada 17 April mendatang.

“Kita berkaca pada pilpres 2014 ternyata dari survei terakhir dua pekan sebelum pencoblosan angkanya itu kurang lebih mirip ya. Malah survei dari Indo Barometer pak Jokowi naik satu persen pak Prabowo turun satu persen, Jokowi 52 persen hasil finishnya 53 persen, Prabowo dari angka 48 persen finishnya 47 persen,” tutupnya.