Logo Header Antaranews Sumsel

Keandalan listrik Sumsel setara dengan Jawa

Minggu, 31 Maret 2019 20:25 WIB
Image Print
Menteri ESDM Ignasius Jonan menandatangani prasasti peresmian sejumlah infrastruktur kelistrikan di Palembang, Minggu (31/3). (Antara News Sumsel/Dolly Rosana/19)
....Dengan begitu seluruh jaringan listrik di Sumatera akan menjadi satu (bisa saling bermanover karena sudah menerapkan sistem spindel), seperti di Jawa dan Bali....

Palembang (ANTARA) - Keandalan sistem kelistrikan di Sumatera Selatan bisa dikatakan sudah setara dengan Jawa setelah dioperasikan sejumlah proyek infrastruktur.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan di Palembang, Minggu, meresmikan pengoperasionalan lima proyek infrastruktur sekaligus yang sudah digunakan untuk menunjang pelaksanaan Asian Games XVIII tahun 2018, Agustus lalu.

Lima infrastruktur itu, yakni Saluran Kabel Tegangan Tinggi 150 kV Kota Barat-Gandus, Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kV Kota Barat (1x60MVA), Gardu Induk (GI) 150 kV Gandus (2x60MVA), GI 150 kV Kenten (2x60MVA) dan GI 150 kV Kayu Agung (1x60 MVA)

Peresmian ini dilakukan di lokasi GIS Kota Barat Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I Palembang dengan turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya, Wali Kota Palembang Harnojoyo, Kepala SKK Migas Dwi Sucipto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan Kepala BPH Migas Fansurullah Asa.

Jonan mengatakan selain lima proyek ini, pemerintah juga tak berapa lama lagi akan mengoperasikan Gardu Induk yang mendukung transmisi 275 KV, sedangkan untuk GI 500 KV paling lambat pada 2021 sudah selesai.

"Dengan begitu seluruh jaringan listrik di Sumatera akan menjadi satu (bisa saling bermanover karena sudah menerapkan sistem spindel, red), seperti di Jawa dan Bali," kata dia.

Secara khusus, infrastruktur ini meningkatkan keandalan listrik Kota Palembang karena terbentuknya Sistem Ring Gardu Induk 150 kV yang
terkoneksi dengan sistem 70 kV.

Secara finansial, beroperasinya GIS 150 kV Kota Barat, GI 150 kV Gandus, dan GI 150 kV Kenten yang lebih dekat pusat beban akan membuat biaya pokok produksi lebih kompetitif, memperbaiki susut dan mutu tegangan di Kota
Palembang.

Peningkatan pasokan tenaga listrik merupan bagian dari proyek penyediaan listrik 35.000 MW.

Pada 2018 rasio elektrifikasi nasional sudah mencapai 98,3 persen, yangmana rasio ini akan ditingkatkan menjadi 99,9 persen pada 2019.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana melaporkan bahwa keseluruhan proyek infrastruktur yang diresmikan ini telah mengikuti prosedur keselamatan ketenagalistrikan, yaitu dengan telah dikeluarkannya Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk masing-masing infrastruktur kelistrikan.

Seiring dengan beroperasinya infrastruktur-infrastruktur ini, rasio elektrifikasi atau perbandingan antara jumlah rumah tangga berlistrik dengan total jumlah rumah tangga di Provinsi Sumatera Selatan akan meningkat.

Sejaun ini rasio elektrifikasi Sumatera Selatan telah mencapai angka 91 persen, sedangkan rasio elektrifikasi di Palembang 99 persen dan Kabupaten Ogan Komering Ilir 70 persen.

"Ketersediaan infrastruktur listrik ini menjadi perhatian pemerintah karena menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Pemerintah berupaya agar energi listrik ini sedapat mungkin harganya terjangkau," kata dia.

Selain itu, pemerintah memastikan penyediaan listrik ini semakin lama semakin efisien, dimana terdapat penurunan susut sebesar 0,73 persen atau setara
5.415.683 kWh.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026