
WCC Palembang cegah perdagangan anak dan perempuan

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pusat pembelaan hak-hak perempuan Women`s Crisis Centre (WCC) Palembang, Sumatera Selatan, berupaya melakukan berbagai tindakan yang dapat mencegah terjadinya kasus perdagangan anak dan perempuan yang disinyalir masih sering terjadi di daerah ini.
Berdasarkan data selama 2018 terdapat satu kasus kasus perdagangan anak, untuk mencegah kasus perdagangan anak dan perempuan pada tahun ini, pihaknya meningkatkan kerja sama dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Sumatera Selatan dan mengedukasi masyarakat, kata Direktur Eksekutif WCC Palembang Yeni Roslaini Izi, di Palembang, Kamis.
Menurut dia, secara umum dalam beberapa tahun terakhir kasus perdagangan anak dan perempuan di Kota Palembang dan sejumlah kabupaten/kota Sumsel lainnya tergolong rendah.
Meskipun tergolong rendah, upaya pencegahan kasus "trafficking" di provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota ini akan terus digalakkan dengan menggandeng aparat kepolisian dan sejumlah pihak yang peduli dengan anak-anak dan perempuan.
Ia mengatakan untuk mencegah muncul dan berkembangnya kasus tersebut, pada tahun ini pihaknya berupaya meningkatkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dengan mengunjungi kawasan permukiman penduduk, sekolah, dan sejumlah tempat yang biasa menjadi pusat kegiatan kaum perempuan atau ibu-ibu rumah tangga lainnya.
Selain itu, pihaknya juga berupaya melakukan pendampingan kepada korban "trafficking" untuk membawa kasus yang menimpanya diusut tuntas secara hukum.
Kasus yang pernah ditangani seperti praktik perdagangan sejumlah anak perempuan berusia di bawah 17 tahun yang dipekerjakan sebagai pemandu karaoke sekaligus pekerja seks komersial di sejumlah tempat hiburan malam di Palembang.
Kasus tersebut, kata Yeni, bisa diproses unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Sumatera Selatan secara tuntas, sedangkan korbannya dilakukan pemulihan trauma oleh aktivis WCC dengan memberikan bimbingan psikologis dan difasilitasi kembali ke rumah mereka masing-masing.
Pewarta: Yudi Abdullah
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
