Angklung "penangkal hujan" di Borobudur

id Angklung,Borobudur,Wisata,Delegasi,Viral,Berita

Angklung. (ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Magelang, Jawa Tengah (ANTARA News Sumsel) - Bermain angklung bersama menjadi penangkal suasana buruk yang sempat timbul karena tiba-tiba turun hujan deras saat makan malam penyambutan anggota delegasi Sidang Umum Dewan Perempuan Internasional (ICW) di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Ngadiharjo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (18/9).

Delegasi peserta Sidang Umum ICW ke-35 bertolak dari tempat penyelenggaraan di Yogyakarta, menuju Magelang, Jawa Tengah, untuk melakukan kunjungan sehari di Borobudur 18-19 September.

Acara makan malam di halaman terbuka Balkondes yang dikembangkan PLN tersebut di awal tampak akan berjalan dengan baik dengan kehadiran 70 anggota delegasi asing anggota ICW dari 20 negara dan ekonomi pada Selasa petang, namun saat penyampaian rangkaian sambutan, cuaca mulai berubah. Titik-titik hujan mulai turun.

Sekitar pukul 19.00 WIB, saat serbet makan mulai diminta untuk diletakkan di pangkuan, gerimis itu seketika berubah menjadi hujan deras yang membuat para hadiran berhamburan meninggalkan meja mereka mencari tempat berteduh.

Tatanan meja akhirnya diubah, kursi-kursi pun diangkat ke pendopo utama, bagi peserta yang tidak kebagian tempat, mereka berdiri berdesakan di bawah tepian atap pendopo.

Makanan tetap disajikan, mulai dari lumpia sayuran, selada ayam ala Bali dan sup
buntut yang menjadi pembuka; semur daging, ayam bakar sambal karimata, dadar telur gulung sayuran, dan buntil daun singkong sebagai hidangan utama; serta puding nasi, puding kelapa dan colenak sebagai pencuci mulut.

Suasana mulai ceria lagi ketika panitia membagikan angklung ke setiap anggota delegasi, sebelum Kelompok Musik Kertodipuro dari Magelang tampil di panggung, keingintahuan para tamu pada alat musik dari bambu itu menciptakan suasana riuh.

Akhirnya, saat dua pemandu dari Kertodipuro menunjukkan isyarat tangan untuk masing-masing tujuh tangga nada dan meminta tamu yang membawa angklung dengan nomor sesuai aba-aba untuk mengguncangkan alat musik itu, peserta mulai memberikan perhatian.

Beberapa peserta yang awalnya hanya duduk tanpa bersemangat, mulai berdiri dan mengikuti arahan pemandu di panggung yang tampil di tengah hujan, beberapa juga mendekat ke tangga pendopo.

Seiring dengan keceriaan yang mulai datang lagi, hujan pun perlahan mereda hingga tertinggal gerimis rintik-rintik. Saat itu, para anggota delegasi telah kembali coba duduk di kursi mereka di depan panggung terbuka.

Bermain angklung bersama untuk lagu "I have a Dream" yang dipopulerkan band Irlandia Westlife pun menjadi akhir yang manis bagi acara makan malam itu.

"Kami berharap, meskipun hujan datang tiba-tiba, Anda sekalian dapat menikmati bermalam Anda di masing-masing komplek penginapan desa atau Balkondes yang dikembangkan oleh masyarakat. Kami harap hujan ini menjadi salah satu kenangan manis saat Anda sekalian kembali ke negara masing-masing," kata Staf Khusus II Menteri BUMN Judith Dipodiputro menutup acara sebelum para anggota delegasi beranjak menuju Balkondes tempat mereka akan menginap.

Para anggota delegasi itu akan menginap di 19 Balkondes binaan BUMN di sekitar Candi Borobudur, yakni PLN di Ngadiharjo, Pertamina di Wringin Putih, TWC Borobudur di Ngaran 2, Bank Mandiri di Kenalan, Patra Jasa di Kembang Limus, PGN di Karangrejo, BNI di Wanurejo, Pegadaian di Ngargogondo, Telkom di Tuksongo, Angkasa Pura II di Tegal Arum, BTN di Karanganyar, Angkasa Pura 1 di Bigaran, Pembangunan Perumahan di Bumiharjo, Jasa Marga di Majaksingi, Jasa Rahardja di Giri Tengah, Hutama Karya di Kebonsari, PT PN Holdin di Sambeng, dan BRI di Tanjungsari.

Ke-70 anggota delegasi tersebut berasal dari India, Lebanon, Taiwan, Korea Selatan, Malta, Australia, Filandia, Prancis, Kanada, Afrika selatan, Guatemala, Turki, Tunisia, Swiss, Singapura, Amerika Serikat, Filipina, Selandia Baru, dan Belanda.

Selain para anggota delegasi tersebut, belasan peserta Sidang Umum ICW ke-35 dari Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) juga berpartisipasi dalam kunjugan ke Borobudur dan menginap di Balkondes-Balkondes tersebut.

Kementerian BUMN dan sinergi 35 BUMN sebagai pendukung utama pelaksanaan Sidang Umum ICW ke-35 yang dihelat ICW dan KOWANI itu pun memanfaatkan kesempatan Sidang Umum ICw ke-35 di Yogyakarta untuk mempromosikan Balkondes kepada para delegasi sebagai alternatif akomodasi pariwisata di sekitar Candi Borobudur, sekaligus memperlihatkan contoh pemberdayaan ekonomi desa melalui pariwisata dengan pelibatan masyarakat.

Balkondes merupakan inisaitif Menteri BUMN Rini Soemarno pada medio 2016 untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan melalui bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari BUMN yang mendukung kemajuan sektor pariwisata.

Selain menyediakan penginapan, Balkondes juga ditujukan untuk tempat pengembangan kegiatan UMKM dengan memadukan eksplorasi seni, kerajinan dan budaya lokal yang menjadi potensi pariwisata setempat.

Setelah melakukan pendampingan dan jika dinilai telah mampu mandiri, Balkondes yang dibangun oleh BUMN ini akan diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat desa yang akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan kepala desa atau lurah menjadi penanggung jawab utama.

Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar