
Sumsel imunisasi 2,2 juta anak

....Kita akan mendapati anak- anak baik di sekolah, jalanan, anak terlantar, anak putus sekolah dan anak-anak di panti sosial untuk ikut di imunisasi....
Palembang (ANTARA News Sumsel)- Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel siap menggelar imunisasi campak dan rubella dengan target sasaran 2,2 juta anak.
"Kami melakukan Imunisasi massal yang akan dilaksanakan pada 1 Agustus hingga 30 September," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy di Palembang, Senin.
Dia mengatakan,setiap anak di Sumsel berhak mendapatkan kesehatan yang layak.Imunisasi massal campak dan rubella merupakan salah satu cara untuk melindungi kesehatan anak anak di seluruh pelosok Sumsel.
Kemudian mulai 1-31 Agustus 2018 imunisasi akan digelar di sekolah SD,Madrasah dan PAUD.Sedangkan mulai 1-30 September 2018 akan dilaksanakan imunisasi di fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit,puskesmas,klinik, dan posyandu.
Imunisasi ini tidak dipungut biaya alias gratis.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy menjelaskan,agenda imunisasi campak dan rubella adalah agenda nasional dan Dinkes Sumsel berkomitmen mensukseskannya.
"Kita akan mendapati anak- anak baik di sekolah,jalanan,anak terlantar,anak putus sekolah dan anak-anak di panti sosial untuk ikut di imunisasi. Sekitar 2,2 juta anak usia 9 bulan sampai 15 tahun akan menjadi sasaran vaksin campak dan rubella di Sumsel," katanya.
Lanjutnya, pemerintah pusat berkomitmen untuk membebaskan anak-anak dari campak dan rubella pada 2020.
Terkait imunisasi massal campak dan rubella,pemerintah pusat telah menetapkan target capaian nasional 95 persen. Sehingga tidak ada daerah yang berada dibawah angka 80 persen.
Selain itu penyakit rubella tidak menunjukkan tanda -tanda signifikan.Akan tetapi jika dilakukan pencegahan sejak dini,dapat menghindarkan anak -anak dari kebutaan,kepala kecil, katarak,hingga gangguan pendengaran.
Bila rubellamenulari ibu hamil pada semesterpertama , dapat menyebabkan keguguran atau cacat pada bayi yang dilahirkan.Kecacatan itu dikenal dengan syndrome rubella kongenital yang meliputi kelainan jantung,kerusakan otak,ketulian,keterlambatan perkembangan.
Selanjutnya intuk yang tidak dilakukan pencegahan awal dapat menyebabkan anak terkena radang aru,radang otak,kebutaan hingga kematian pada gizi buruk
Pewarta: Deny Wahyudi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
